Catatan Bagus Wasito, Pasien Positif COVID-19 di Madinah (Bagian 2)

Selasa, 28 Juli 2020 12:31
Catatan Bagus Wasito, Pasien Positif COVID-19 di Madinah (Bagian 2)
Bagus Wasito bersama keluarganya di Madinah – Foto: Istimewa

SEHARI setelah pengumuman status positifku,
anak pertamaku mengeluh sakit tidak enak badan. Istriku hanya memberinya obat flu mengandung obat tidur agar ia banyak istirahat.

Dan benar, selama 3 hari ia banyak tidur dan tidur, lalu hari keempat kembali sehat seperti semula.

Advertisement

Alhamdulillaah. Tiada lain kami memuji Allah atas karunia ini. (Baca: Catatan Bagus Wasito, Pasien Positif Corona di Madinah (Bagian 1)

Karena, dialah orang yang paling kami khawatirkan tertimpa wabah ini. Karena dia punya bawaan suka sesak nafas kalau terkena flu (asma).

Baca: Catatan Sejarah 16 Maret: Meninggalnya AR Baswedan, Si Arab Nasionalis

Dari artikel-artikel yang banyak beredar semua bilang bawah COVID-19 sangat berbahaya bagi mereka yang punya sakit bawaan termasuk di antaranya asma.

Tapi alhamdulillah itu semua tidak terjadi.

Sehari setelahnya berganti istriku merasakan demam ringan dan badan pegal-pegal. Alhamdulillah hanya berlangsung 2 hari dan selanjutnya ia mengeluh pusing-pusing setelah itu ia kembali sehat seperti sedia kala.

Beberapa hari selanjutnya anakku yang ke-2, merasakan hal yang sama demam ringan (37 derajat celsius), dan ini berlangsung sekitar 3 hari lalu tersisa pusing-pusing dan selanjutnya kembali sehat seperti sedia kala,  walhamdulillaah.

Ketiganya memang tidak melakukan swab test, tapi justru dari mereka bertiga aku menjadi yakin bahwa covid itu telah bermalam di rumah kami, karena ada satu keluhan yang sama di antara mereka yaitu hilangnya indra penciuman dan perasa selama sepekan. Dan ini adalah salah satu ciri khas covid yang justru tidak aku miliki.

Dan masih tersisa 4 anak kami. Alhamdulillah,  walaupun mereka saling bergaul sangat dekat satu sama lain dengan kakak dan ibu mereka, namun mereka baik-baik saja. Wallaahua’lam,  kami menyangka bahwa mereka adalah OTG (Orang tanpa Gejala).

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala pertolongan-Nya kami dapat melewati malam-malam bersama COVID-19 sampai akhirnya ia pun pergi, dengan selamat bahkan berakhir dengan kebahagiaan dan penuh rasa syukur.

Kedatangannya di rumah kami telah mengajarkan kepada kami apa itu iman dan apa itu manfaat kita mengikuti perkembangan berita-berita COVID-19.

COVID-19 Bukanlah Suatu Aib

Janganlah takut akan dikucilkan atau dijauhi masyarakat karena Allah maha luas karunianya. Dan tentu akan mengganti dengan teman atau orang-orang yang lebih baik di sekitarmu kalau memang ada yang mengucilkanmu. Justru setelahnya kau akan menemukan siapa teman-teman sejatimu.

“Jauhi saling menyalahkan dan menjelekkan Para Pengambil Keputusan.”

Tidak ada satu pun manusia yang tampak pintar di hadapan COVID-19, semuanya tidak berdaya, siapa pun itu di dunia ini, bahkan wabah ini menyadarkan manusia akan kelemahan dan ketidakmampuan dirinya sehingga ia akan kembali dan bertaubat kepada ‘Sang Raja’ yang hakiki.

Karena itu kita sebagai anggota masyarakat hendaknya tidak memperkeruh suasana dengan saling menyalahkan apalagi hanya di Medsos ‘yang tidak berguna’. Doamu dan ketaatanmu yang berguna, bukan nyinyirmu!

Pesan untuk Kaum Muslimin

Buat Saudara-saudaraku kaum muslimin…

Peganglah erat-erat dalam kehidupan sehari-hari pesan Nabimu shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Jagalah Allah (yakni larangan dan perintahNya)– Allah akan menjagamu. (Hasah shahih, riwayat At Tirmidzi).

Kenalilah Allah di saat lapang, Dia akan mengenalimu di saat kesusahan (Hasah shahih, riwayat At Tirmidzi).

Mumpung masih sehat, perbaguslah ibadahmu dan berdoalah. Sebagaimana doa yang diajarkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a’innii ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.

Artinya: Ya Allah tolonglah aku untuk senantiasa berdzikir kepadamu, bersyukur kepadamu dan membaguskan ibadah kepadamu. (Shahih, riwayat Abu Dawud).

Karena Allah sekali-kali tidak akan pernah lupa atau menyia-nyiakan usahamu dan kesungguhanmu kepada-Nya.

Bersedekahlah sesuai kadar yang kau miliki bahkan meski hanya dengan separuh biji kurma, sebagaimana wasiat Nabimu  shallallaahu ‘alaihi wa sallam, apalagi jika shadaqah itu rahasia. Tentu akan lebih utama.

Sebagaimana sabda beliau: Shadaqah  tersembunyi memadamkan kemarahan Tuhan. (HR Ahmad, hasan lighoirihi).

Berdoalah

Dan jangan lemah untuk berdoa, termasuk memperbanyak istighfar. Karena doa yang tulus dan istighfar bisa mengubah banyak hal. Termasuk menghindarkan bala. Menyembuhkan yang sakit, malapangkan rezki dan masih banyak lagi.

Dan kalau memang sampai suatu saat engkau sakit, (semoga Allah karuniakan kesehatan dan keselamatan kepadamu selalu) maka ingatlah firmanNya:

Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku- maka sesungguhnya Aku dekat, Aku menjawab doa orang berdoa tatkala ia sedang berdoa, maka hendaknya ia mentaatiKu dan beriman kepadaKu agar mereka menjadi orang- orang yang mendapat petunjuk (Al Baqarah: 186).

Dan jangan lupa jika kau sehat doakan saudara-saudaramu yang saat ini banyak yang masih sakit.

Demikian aku tulis semata-mata karena menginginkan kebaikan buatmu. Semoga bermanfaat buatmu dan orang-orang di sekitarmu.

Shalawat dan salam semoga tercurah pada nabi kita Muhammad dan keluarga beliau. Dan semoga Allah karuniakan Al ‘Aafiyah kepada kita semua dan segera mengangkat wabah ini, aamiin.

Selesai.

Tulisan ini ditulis langsung oleh Bagus Wasito, Warga Kadipaten, Jogya, yang kini tinggal bersama keluarganya di Madinah. Tulisan ini berdasarkan pengalamannya yang terpapar virus corona dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

(bpc2)