Cara Analisis Fundamental Sebelum Beli Saham Saat Pandemi

Senin, 29 Juni 2020 11:58
Cara Analisis Fundamental Sebelum Beli Saham Saat Pandemi
Foto: Ilustrasi (Pixabay)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — mengetahui cara analisis fundamental sangatlah penting dilakukan oleh investor sebelum memutuskan untuk membeli saham. Teknik analisis seperti ini perlu diketahui oleh setiap investor baik mereka yang melakukan trading ataupun untuk investasi jangka panjang.

Menurut Marketing Support MNC Sekuritas Pekanbaru Abdul Rahman Syam, cara analisis fundamental itu ibarat tubuh seperti menganalisa konfisi mental secara menyeluruh. Sedangkan analisis teknikal, yakni melihat kondisi fisik tubuh secara menyeluruh.

“Keduanya tentu saja sangat penting untuk diketahui sebelum memutuskan untuk membeli saham,” ungkapnya dalam live iG @idx_riau, Senin, 29 Juni 2020.

Dia menambahkan, beberapa indikator yang bisa dipakai untuk melakukan analisis fundamental terhadap ekonomi global, yakni melihat pertumbuhan PDRB suatu negara, inflasinya, angka pengangguran, suku bunga, harga minyak, kondisi politik, kondisi perdagangan hingga kurs mata uang.

Baca: Menjelang Lebaran Ternyata Masih Banyak Produk Pangan Ilegal Dipasaran

“Untuk saat ini dapat kita lihat kondisi ekonomi global secara menyeluruh bisa dilihat dari beberapa variabel itu. Sebab apa yang terjadi saat ini sebenarnya tidak lebih dari siklus perekonomian global. Nah, dalam analisis fundamental, untuk ngetahui apakah kondisi ekonomi global saat ini baik atau tidak,” jelasnya.

“Setelah menarik kondisi ekonomi secara global barulah ditari sebuah kesimpulan. Lalu mulai melakukan analisis fundamental secara sektoral, dan lebih fokus kepada kondisi industrinya. Baru bisa kita cocokkan dengan analisis teknikal secara spesifik untuk mengetahui apakah kondisi saat ini baik untuk investasi atau tidak,” sambungnya.

Dia menilai, kondisi di Indonesia saat ini masih menjadi negara tujuan investasi, sebab secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan instansi terkait lainnya. Misalnya BI yang menurunkan suku bunga, insentif terhadap pajak dan lain sebagainya.

“Yang perlu dilakukan oleh pemerintah kota saat ini, menjaga daya beli masyarakat agar tifsk terlalu jatuh. Karena daya beli masyarakat akan menentukan kondisi stabilitas ekonomi suatu negara,” jelasnya. (bpc3)