Benarkah NTP Riau Januari 2020 Naik Seperti Data BPS? Simak Penjelasannya

Rabu, 05 Februari 2020 10:51
Proses muat tandan buah segar sawit ke dalam truk – (Foto: Rachman, JIBI)


BERTUAHPOS.COM – Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Riau mencatat adanya kenaikan nilai tukar petani atau NTP di Provinsi Riau pada Januari 2020. Kenaitan itu sebesar 6,30% jika dibandingkan dengan NTP pada Desember 2019 (Desember 2019 NTP 117,37 sedangkan Januari 2020 NTP 123,93).

Kepala BPS Riau Misparuddin mengatakan kenaikan NTP ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 6,38% relatif lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yaitu 0,75%.

“Hal ini disebabkan harga barang/produk pertanian yang dihasilkan oleh rumah tangga mengalami kenaikan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga yaitu sebesar 0,75%, sedangkan indeks harga yang dibayar untuk keperluan produksi naik sebesar 0,07%,” ujar Misparuddin, di Pekanbaru.

Dia mengatakan kenaikan NTP di Provinsi Riau pada bulan Januari 2020 terjadi pada dua subsektor penyusun NTP yaitu subsektor hortikultura yang naik sebesar 1,26% dan tanaman perkebunan rakyat dengan kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 6,64%.

Baca: Pertalite Naik Lagi, Pengamat Transportasi: Pertamina Harus Transparan

“Sebaliknya pada 4 subsektor penyusun lainnya mengalami penurunan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan turun sebesar -1,01%, subsektor peternakan turun sebesar -1,11%, dan subsektor perikanan turun sebesar -0,03%,” katanya

Bertuahpos.com menghubungi Ahmad Multazam, seorang petani sawit di Kuansing. Darinya diketahui bahwa kenaikan harga tandan buah segar atau TBS pada Januari cukup membantu untuk menutupi kebutuhan rumah tangga.

“Untuk TBS plasma harganya sekarang mencapai Rp2.000 lebih/Kg. Sedangkan untuk TBS pekarangan (swadaya) harganya sekitar Rp1.900 lebih/Kg. Kenaikan ini membuat petani punya pendapatan lebih untuk disimpan setelah dikeluarkan kebutuhan bulanan,” kayanya.

Tazam menjelaskan, menjelang akhir 2019 pergerakan harga TBS terus menanjak naik. Memang pada Desember 2019 harga TBS plasma belum menyentuh Rp2.000/Kg. Namun pada Januari 2020 harga TBS sudah di Rp2.000 lebih/Kg.

“Kondisi ini cukup membuat kami para petani sedikit bisa bernafas lega. Kami berharap harga TBS bisa terus naik, paling tidak bertahan di harga Rp2.000/Kg,” katanya. (bpc3)