Kata Bos WhatsApp: Kami Sadar Pengguna Bingung dengan Kebijakan Privasi

Selasa, 19 Januari 2021 22:31
Kata Bos WhatsApp: Kami Sadar Pengguna Bingung dengan Kebijakan Privasi
Ilustrasi aplikasi whatsapp.

BERTUAHPOS.COM — Bos WhatsApp, Will Cathcart buka suara soal kebijakan privasi terbaru platformnya setelah sempat heboh beberapa waktu lalu. 

Dalam sebuah wawancara dia mengungkapkan mengetahui jika aturan itu membuat kebingungan bagi para penggunanya.

Advertisement

“Kami sadar pembaruan membuat bingung dan kami ingin melakukan segala cara untuk meyakinkan pengguna kami,” kata Cathcart, dikutip Gadgets Now, melansir CNBC Indonesia, Selasa, 19 Januari 2021.

Dia berusaha meyakinkan, bahwa jika aktivitas pengguna yakni mengirimkan pesan dan panggilan tidak akan terusik. Sebab keduanya dilindungi oleh enkripsi dari ujung ke ujung.

Baca: Menu Makan Siang : Gulai Pakis Ikan Tongkol

Sementara yang terjadi menurutnya adalah WhatsApp wiki menawarkan pilihan untuk pengguna bisa mengelola obrolan dalam infrastruktur Facebook yang aman. 

Chatcart juga menjelaskan peran induk usahanya sebagai pengelola pesan yang aman dalam instruksi dan atas nama bisnis.

Jika akun bisnis WhatsApp yang mendapatkan dukungan Facebook akan tertera dalam pesan di atas layar chat. Dengan begitu akan kembali lagi apakah pengguna mau meneruskan mengirimkan pesan pada akun itu atau tidak.

“Terserah pada pengguna apakah akan atau tidak mengirimkan pesan pada (akun) bisnis di WhatsApp atau mereka ingin berkomunikasi secara ketat dengan teman-teman mereka,” kata dia.

Monetisasi WhatsApp juga salah satu yang dibicarakannya sebab bentuk platform yang merupakan pertukaran pesan pribadi. Menilik ke belakang, masalah ini jadi alasan pendiri Brian Acton keluar dari perusahaan hanya tiga tahun setelah akuisisi dengan Facebook.

Cathcart mengakui jika pihaknya berusaha memikirkan cara membangun bisnis namun privasi dan percakapan orang tetap aman terjaga. Itu sebabnya menjadi alasan WhatsApp terus mengungkapkan rencana perusahaan selama beberapa waktu terakhir.

Salah satunya adalah sejumlah akun bisnis harus membayar untuk dapat menikmati layanan WhastApp. Selain itu juga membuka opsi menjual langsung dalam chat dengan pengguna.

“Kami berencana untuk membebaskan biaya pada sejumlah bisnis untuk layanan ini, di sisi lain, aplikasi tetap tersedia gratis untuk digunakan orang lain,” jelasnya. (bpc2)

Berita Terkini

Selasa, 02 Maret 2021 18:10

Bukan Harimau, Ini Penjelasan BKSDA Soal ‘Hewan Misterius’ yang Serang Nenek di Pelalawan

Kesimpulan BKADA, bukan hewan yang menyerang nenek itu.

Selasa, 02 Maret 2021 17:25

Peresmian Air Panas Sungai Pinang  Diundur

Rencana peresmian akan dijadwalkan kembali.

Selasa, 02 Maret 2021 15:32

Pembakaran Sampah, Lahan 2,500 Meter Persegi Terbakar di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran sampah”

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Pemkab Harus Cari Solusi Tepat Soal PETI, Supaya ‘Jangan Asal Tangkap Saja’

“Pemilik modal juga harus ditindak. Jangan pekerja saja.”

Selasa, 02 Maret 2021 14:18

Video: Pernyataan Jokowi Soal PP Investasi Miras Dicabut

Investasi minuman beralkohol (miras) dicabut atas masukan Ormas.

Selasa, 02 Maret 2021 13:40

Video: Suasana Vaksinasi Tahap 2 di Pekanbaru

Vakisinasi tahap kedua yang dilaksanakan pada Senin, 1 Maret 2021, menyasar 2000 tenaga publik.

Selasa, 02 Maret 2021 13:21

Jokowi Cabut Investasi Miras, Diklaim Setelah Terima Masukan Para Ulama dan Ormas Islam

“Setelah menerima masukan dari ulama MUI, NU, Muhamadiyah dan ormas lainnya.”

Selasa, 02 Maret 2021 13:01

Asap Mulai Selimuti Riau, Warga: Covid Belum Pergi, Asap Sudah Datang

Kabut asap terpantau sudah mulai menyelimuti Riau pada hari ini, Selasa 2 Maret 2021

Selasa, 02 Maret 2021 11:51

Siang Ini 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Mendarat di Soetta

Sejauh ini belum ada informasi resmi dari KPCPEN mengenai berapa jumlah dosis vaksin.

Selasa, 02 Maret 2021 11:30

Unggah Foto Jokowi Bersama Cucu, Ibu Korban Semanggi I Teringat Kebahagian Bersama Sang Anak

Anaknya ditembak aparat di halaman kampus Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya