• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Cerita Rakyat Riau: Rantai Emas Sungai Pelalawan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
21 Desember 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada zaman dahulu, hiduplah seorang nelayan di daerah Pelalawan, Riau. Sehari-hari, nelayan ini mencari ikan di sungai.

Pada suatu malam, si nelayan bermimpi ditemui oleh seorang kakek tua. Kakek tersebut memberinya seutas tali, dan memintanya membawa tali tersebut ke sebuah mata air.

Keesokan harinya, si nelayan pergi mendayung sampannya ke mata air yang disebutkan sang kakek dalam mimpi. Sesampainya di sana, dia duduk menunggu.

Alangkah terkejut si nelayan saat ada seutas tali yang tiba-tiba muncul dari bawah air. Dia segera menarik tali tersebut, yang ternyata tersambung ke rantai emas yang sangat besar.

Si nelayan semakin semangat menarik tali dengan rantai emas tersebut. Tiba-tiba, muncul seekor burung dan mengingatkannya untuk segera memotong rantai emas tersebut.

Peringatan si burung tak diindahkannya si nelayan terus menarik rantai emas tersebut dengan semangat. Dia membayangkan akan mendapatkan banyak emas.

Namun, tiba-tiba muncul gelombang besar dari ujung rantai emas, dan menghempaskan si nelayan. Beruntung, dirinya masih selamat. Hanya saja, tali dan rantai emasnya sudah hilang.

Keesokan harinya, dan juga berhari-hari setelahnya, si nelayan selalu kembali ke mata air tersebut, dan menunggu tali dengan rantai emas muncul kembali. Sayangnya, tali tersebut tak pernah lagi muncul.

Si nelayan merasa menyesal. Andai saja dia mau mendengarkan peringatan burung dan memotong rantai emas tersebut, dirinya akan menjadi kaya. (bpc2)

Tags: Berita Pelalawancerita rakyatCerita rakyat riauriau
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun
Ekonomi

APBDP Riau 2026 Diprioritaskan untuk Utang Tunda Bayar dan Infrastruktur

...

Read moreDetails
Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Next Post

Kulit Siku dan Lutut Makin Gelap, Awas Itu Gejala Diabetes Tipe 2

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.