• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Soal Vaksin Nusantara, Jokowi Sebut Publik Butuh Bukti

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
12 Maret 2021
hak asasi manusia ham

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Istimewa/Sekretariat Kabinet RI)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Presiden Joko Widodo [Jokowi] angkat bicara soal Vaksin Nusantara yang diinisiasi oleh mantan Menkes Terawan Agus Putranto. Sebelumnya vaksin buatan dalam negeri ini memicu polemik terkait kajian saintifik.

Jokowi mengatakan Indonesia berupaya menciptakan vaksin dan obat Covid-19 sendiri. Namun, ia mengingatkan agar upaya-upaya itu tetap mengikuti kaidah ilmiah.

“Untuk menghasilkan produk obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu, mereka juga harus mengikuti kaidah-kaidah saintifik,” kata Jokowi dalam pidato yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat 12 Maret 2021.

Kaidah keilmuan dan uji klinis, menurut Jokowi, tetap harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Presiden juga ingin proses itu digelar secara terbuka, transparan, dan melibatkan para ahli agar tak lagi menimbulkan kegaduhan.

Menurutnya, semua syarat dan ketentuan itu penting untuk dipatuhi sebab publik butuh bukti bahwa vaksin buatan dalam negeri dibuat secara hati-hati dan ilmiah. Sehingga vaksin yang dihasilkan aman dan efektif penggunaannya.

Vaksin Nusantara jadi polemik usai dibawa dalam rapat DPR RI. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menyatakan vaksin itu tidak memenuhi kaidah klinis. Penny juga menyoroti Vaksin Nusantara tak lewati uji praklinis kepada hewan. Karena itu, BPOM belum berani memberi izin untuk memulai uji klinis ke manusia.

Usai pernyataan itu, sejumlah anggota dewan mencecar BPOM dan Kementerian Kesehatan yang hadir dalam rapat. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menuding BPOM tak independen karena menghambat proses Vaksin Nusantara. (bpc2)

Tags: Jokowivaksinvaksin nusantara
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Amien Rais Soroti Lagi Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Sudah Banyak Makan Korban
Nasional

Amien Rais Soroti Lagi Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Sudah Banyak Makan Korban

...

Read moreDetails
Ilustrasi: Canva / Melba

OCCRP Rilis Tokoh Dunia Paling Korup, Termasuk Joko Widodo

Jokowi

PDIP Sentil Jokowi, Makanya Jangan Terlalu Pede

Di Riau, Presiden Joko Widodo Resmikan Sejumlah Infrastruktur 

Menkes Ungkap Efek Samping Vaksin AstraZeneca — Pemicu Penyakit Langka

Menkes Ungkap Efek Samping Vaksin AstraZeneca — Pemicu Penyakit Langka

Halili Hasan: Jokowi Abai dengan Kesejahteraan Rakyat

Next Post
spesifikasi meizu 18 pro

Mengintip Spesifikasi Meizu 18 Pro, yang Harganya Wow! 

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.