Catatan Sejarah 21 Maret: Meninggalnya Nurtanio, Sang Perintis Industri Penerbangan Indonesia

Sabtu, 21 Maret 2020 09:54

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat Indonesia masih terlalu muda, Nurtanio sudah menciptakan pesawat buatan sendiri, Zogling NWG (Nurtanio Wiweko-Glider). Pesawat itu masih berbahan kayu.

Dikutip dari wikipedia, mempunyai nama lengkap Nurtanio Pringgoadisuryo, Nurtanio sangat menggilai industri dirgantara. Dia merancang dan membuat pesawat-pesawat untuk Indonesia.

Sejarah kemudian mencatat Nurtanio berhasil membuat pesawat yang diberi nama Sikumbang pada tahun 1950. Pesawat Sikumbang merupakan pesawat all metal pertama Indonesia. Nurtanio menerbangkan pesawat ini sendiri memutari Kota Bandung.

Nurtanio kemudian terlibat dalam pendirian  Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP). LAPIP dalam perkembangan selanjutnya berkembang menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) saat ini.

Baca: Fasilitas Publik Dirusak, Bupati Siak Curhat di Facebook

Nurtanio adalah bukti bahwa bangsa Indonesia sudah bisa merancang dan membuat sendiri pesawat terbang, bahkan sejak awal kemerdekaan Indonesia.

Nurtanio meninggal dunia pada 21 Maret 1966, saat uji coba pesawat Cekoslovakia Aero-45 di Bandung. Penyebabnya adalah salah satu mesin meledak.

Ironisnya, Nurtanio tak terbunuh oleh pesawat rancangannya, namun oleh pesawat buatan luar negeri yang dianggap lebih canggih. (bpc2)