• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Review Buku: Moga Bunda Disayang Allah

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
9 September 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Hiduplah seorang gadis kecil yang tinggal bersama ayah dan ibunya. Gadis ini bernama Melati, usianya 6 tahun, berparas cantik dan berasal dari keluarga yang terpandang.

Dia memiliki keterbatasan fisik, buta, tuli, dan bisu. keterbatasan yang dia miliki membuat dia sangat frustasi dalam hidupnya. Dia tak dapat mengenal siapa Tuhan-nya, alam semesta serta isinya hingga wajah kedua orang tuanya tak dapat dia kenali. 

Semua rasa keingintahuan akan segala halnya membuat dia semakin frustasi dan akhirnya tak dapat dikendalikan. Semua yang ada di sekitarnya secara spontan dilemparnya. Dengan ini bunda dan tuan  HK membawanya ke dokter luar negeri, akan tetapi semua dokter disana tidak ada yang bisa membantu Melati untuk mengenal dunia.

Hingga akhirnya datang lah pemuda yang dulunya adalah guru. Anak-anak sangat menyenanginya, hingga suatu ketika pada saat itu dia pergi bertamasya bersama anak-anak muridnya di sebuah pantai. 

Datanglah sebuah bencana yang melanda, dan memakan korban yaitu salah seorang dari muridnya. Dia merasa besalah, dari kejadian itu dia menjadi pribadi yang amat tidak disenangi oleh warga lainnya. Pemuda itu bernama Karang.

Singkat cerita Karang pun datang dalam kehidupan melati. Awalnya Karang sangat kasar kepada melati, hingga tuan HK tidak tega melihat anaknya. 

Pada saat itu juga tuan HK memberi waktu kepada Karang, jika Karang tidak bisa juga melatih melati dalam waktu yang sudah ditentukan maka karang akan diusir oleh tuan HK. 

Pada akhir waktu yang sudah ditentukan, Karang tak juga dapat membantu Melati, dan Karang pun bersiap-siap untuk pergi, pada waktu yang sama Melati pun hilang, Karang pun bergegas untuk mencari melati. 

Singkat cerita Karang pun berhasil menemukan Melati di depan rumahnya. Saat itu hujan turun Melati merasakan air hujan dari jemarinya hingga membuatnya tertawa.

Lalu karang pun mempunyai ide dari sebuah air hujan yang membasahi telapak tangan melati. 

Karang menuliskan kata Air, dan meletakkan telapak tangan Melati kemulutnya dan berkata, “A-I-R.”

Melati akhirnya mengerti benda yang menyenangkan itu bernama air.

Melalui telapak tangan itulah semua panca indera disitu. Akhirnya dunia Melati tidak lagi gelap. Dia bisa mengenali orang tuanya, dia bisa mengenali kursi, sendok, pohon dan sebagainya.

Buku karya Ters Liye ini ditulis dengan genre anak-anak, mengisahkan tentang mencapaian kehidupan dengan keterbatasan fisik oleh seorang anak yang benama melati. Ini jenis buku inspirasi. Beberapa penggalan ceritanya menimbulkan decak kagum akan kekuasaan Allah.

Proses belajar untuk mengenal dunia dan seisinya, ternyata bisa dilakukan oleh anak yang bermasalah secara fisik. Pesan tersirat dari novel ini bahwa perjuangan tidak akan pernah mengingkari hasil, dan selalu ada jalan keluar terhadap masalah, bagi siapa saja yang tidak menyerah dengan keadaan.

Dalam novel ini juga tersajikan beberapa kalimat mengandung makna dalam, seperti, “Perasaan yang terpendam juga bisa dibilang doa kan?”.

“20 tahun dari sekarang, kita akan lebih menyesal atas hal-hal yang tidak pernah kita lakukan, bukan atas hal-hal yang pernah kita lakukan meski itu sebuah kesalahan…”

“Ada yang utuh memiliki seluruh panca inderanya, tapi tak sekejap pun peduli dan bersyukur …”

“Kata bijak itu benar sekali, terlalu mencintai seseorang justru akan membunuhnya…”

  • Judul Buku: Moga Bunda Disayang Allah
  • Penulis: Tere Liye
  • Penerbit: Republika Penerbit
  • Tahun Terbit: 2006

(mg4)

Tags: BukuNovelResensi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

buku History of The Arabs.
Resensi

History of The Arabs, Saat Sejarah Islam Ditulis Penulis Barat

...

Read moreDetails
Kekalahan kaum muslimin pada perang uhud

Resensi Buku: Perang Uhud, Kisah Kekalahan Kaum Muslimin

novel 30s/pki

5 Novel di Tanah Air Berlatar Belakang G30S/PKI

Pengen Beli Buku Gramedia Tapi Stoknya Kosong? Pesan Aja, Begini Caranya

Wali Murid SD Al Rasyid Mengeluh, Sekolah Paksa Beli Buku Jutaan Rupiah

Catatan Sejarah 3 Juli: Kelahiran Abdoel Moeis, Penulis Novel Salah Asuhan

Next Post
tol rengat-jambi, harga gas elpiji

Riau Berharap PPAS Termanfaatkan dengan Tepat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.