Ini Respon Syamsuar Soal Hari Pertama Razia Masker di Pekanbaru

Senin, 10 Agustus 2020 15:44
Ini Respon Syamsuar Soal Hari Pertama Razia Masker di Pekanbaru

Ini Respon Syamsuar Soal Hari Pertama Razia Masker di Pekanbaru

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemko Pekanbaru sudah menggelar razia masker sebagai pendisiplinan protokol kesehatan di Pekanbaru. Hari ini, Senin, 10 Agustus 2020, adalah hari pertama aturan ini diberlakukan, ditandai dengan menggelar razia pada titik tertentu.

Advertisement

Setiap warga kedapatan tidak pakai masker akan ditindak dengan membayar denda sebesar Rp250 ribu, atau melakukan pekerjaan sosial.

Menanggapi hal ini, Gubernur Riau Syamsuar meminta agar razia ini diawali dengan humanis agar tidak menimbulkan masalah baru bai masyarakat. 

Baca: Total Jumlah Kasus Covid-19 di Riau 994, Hari Ini Nambah 35 Kasus

Langkah-langkah humanis terhadap penyadaran kepada masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan, memang perlu dilakukan lebih masif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (COVID-19).

“Saya juga sudah diberitahu oleh Pak Wali Kota (Firdaus) bahwa hari ini penerapan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) itu sudah efektif diberlakukan mulai hari ini,” kata Syamsuar, saat dijumpai di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Senin, 10 Agustus 2020.

Daerah Lain Didorong Berlakukan Wajib Masker pada Warga

Syamsuar mengatakan, Pemprov Riau sudah sejak awal mendorong kepada daerah lain di Riau, agar bisa mengikuti jejak Pekanbaru dalam upaya menekan penyebaran COVID-19, dengan mewajibkan setiap warganya mengenakan masker ketika berada di luar rumah.

“Harapan saya, setiap daerah di Riau juga melakukan hal yang sama. Kan Inpres ini sudah ada sebagai dasarnya. Kabupaten kota tinggal meneruskan Inpres itu ke Perbup, dan sudah bisa diterapkan ke warga,” jelasnya.

Syamsuar berharap warga di Riau bisa memaklumi mengapa aturan ini ditegangkan. Tidak ada hal lain yang diinginkan kecuali agar warga bisa tenang beraktivitas tanpa adanya gangguan dari COVID-19. 

Beberapa waktu belakangan angka kasus konfirmasi corona di Risu sangat tinggi. Oleh sebab itu, penanganan terhadap penyebadan tidak hanya sepenuhnya diserahkan kepada tenaga medis di rumah sakit. 

Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah hanya satu dari sekian banyak upaya yang bisa dilakukan agar eskalasi penyebaran COVID-19 di Riau bisa ditekan. “Oleh karenanya kami berharap warga bisa mengerti dengan kondisi kita saat ini,” ungkapnya. (bpc2)