Ahli Epidemiologi: Peningkatan Kasus Corona di Riau 80% Diindikasi dari OTG

Kamis, 06 Agustus 2020 10:58
Ahli Epidemiologi: Peningkatan Kasus Corona di Riau 80% Diindikasi dari OTG
Kondisi saat kegiatan swab massal pegawai Pemprov Riau di Gedung Daerah, Pekanbaru – Foto: Melba / Bertuahpos.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ahli epidomologi mengindikasi peningkatan kasus terkonfimasi positif COVID-19 di Riau, 80% disebabkan penularan dari orang tanpa gejala atau OTG.

“Kami sudah mengajukan beberapa rekomendasi ke Pemprov Riau terkait angka kasus corona yang terus menanjak. Semoga rekomendasi itu ditindaklanjuti,” kata Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Provinsi Riau dr Wildan Asfan Hasibuan.

Advertisement

Dia diikutikan dalam rapat bersama Gubernur Riau dan Pemkab/kota se-Riau, pada 05 Agustus 2020. Pemprov Riau, menurut dia harus bekerja lebih keras untuk menekan angka penyebaran kasus sampai vaksin ini benar-benar ditemukan.

“Para OTG ini memang sangat sulit terdeteksi,” sebutnya. Sebab itu, perlu dilakukan tracing, dan tes yang lebih masif. Sementara itu, mobilitas orang-orang di zona merah, kegiatan isolasi di rumah dan rendahnya disiplin protokol, menjadi penyebab pendukung meningkatnya jumlah kasus.

Baca: Aksi Tak Senonoh Oknum Siswa Rohul Tak Hanya Coreng Dunia Pendidikan Tapi Juga Masyarakat Riau

Rekomendasi

dr Wildan mengatakan, pihaknya telah mengajukan beberapa rekomendasi kepada pemerintah dalam upaya menekan angka kasus COVID-19 di Riau. Diantara rekomendasi itu adalah Perwako/Perbup tentang new normal harus diterapkan sebelum 3 hari kedepan.

Kemudian, percepatan pemeriksaan PCR atau TCM sebelum tiga hari sudah keluar hasilnya, swab massal di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Siak, Kampar dan Pelalawan dengan prioritas pasar dan layanan publik.

Selanjutnya, pembentukan dan penguatan Satgas internal COVID-19 di kantor dan tempat kerja untuk mencegah cluster baru, penyediaan tempat isolasi mandiri oleh RT/RW setempat. “Pencegahan Pengendalian Infeksi dan fasilitas pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Ia melanjutkan, rekomendasi selanjutnya adalah penegakan hukum dan supervisi dipimpin langsung Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau atau unsur Forkopimda lainnya. “Kalau untuk saat ini terjadinya peningkatan COVID-19 tidak masalah karena tandanya kita bekerja dalam menangani pandemi COVID-19.”

(bpc2)