Megawati Disindir Balik Kaum Milenial: Lihat Rakyat Sengsara Generasi Senior Diam Saja 

Jumat, 30 Oktober 2020 13:54
Megawati Disindir Balik Kaum Milenial: Lihat Rakyat Sengsara Generasi Senior Diam Saja 
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

BERTUAHPOS.COM — Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati  sindir kaum milenial menuai kontroversi. Kaum milenial tentu saja membalas sindiran itu dengan kritikan tajam kepada putri Soekarno itu.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menyentil generasi milenial, dalam hal ini para pelajar dan mahasiswa yang menyuarakan protes ke jalanan. Hal itu disampaikan Mega bertepatan Hari Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Kata Mega kaum milenial sejauh ini hanya bisa demo, salah satunya menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Mega justru mempertanyakan sumbangsih kaum milenial untuk negara. 

Mega dalam kesempatan itu juga meminta Presiden Jokowi tak memanjakan kaum milenial saat ini. “Apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja? Nanti saja di-bully, saya enggak peduli,” kata Megawati, 

Baca: Di Meranti, Paslon Mahmuzin-Nuriman Juga Ajukan Gugatan ke MK

BACA JUGA:  Pilkada di Tengah Pandemi, PDIP Riau: Apapun Keputusan Pemerintah, Kita Dukung

Menanggapi hal itu, Fajar Adi Nugroho Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) melemparkan kritik kepada Mega. Dia menyayangkan sikap para elite partai dan pemerintahan yang sering kali meremehkan gerakan anak muda.

Padahal kata Fajar, aksi unjuk rasa itu juga merupakan sumbangsih yang mereka lakukan dalam bentuk nyata untuk bangsa. Mereka turun ke jalan demi memperjuangkan hak rakyat.

“Ini bukti dari amalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, amalan pendidikan dan pengabdian kami pada rakyat,” kata Fajar, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com

Fajar justru mempertanyakan generasi senior yang hanya diam melihat rakyat sengsara. Dia menilai pernyataan Mega blunder (kesalahan) lantaran salah alamat. 

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin juga menanggapi begitu. Dia menyebut Mega salah alamat jika peryataan tersebut disampaikan ke kaum milenial yang kerap melakukan aksi unjuk rasa terkait Omnibus Law Cipta Kerja ini.

“Justru anak muda yang lakukan demo itulah mereka yang sangat responsif,” katanya.

Para milenial, kata Ujang, bergerak bukan tanpa alasan. Mereka melihat situasi bangsa dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Inilah yang alasan mereka untuk bergerak, memberi sumbangsih dengan cara konstitusional, salah satunya dengan berunjuk rasa.

“Demo itu kan salah satu cara anak muda untuk mengungkapkan kegelisahan atas nasib bangsa. Atas kegelisahan disahkan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja,” kata dia.

Ujang juga secara blak-blakan menyebut pernyataan Mega ini akan memengaruhi pemilih yang kebanyakan dari kaum milenial saat Pemilu 2024 mendatang. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 01 Agustus 2021 20:08

10 Ciri – Ciri Pinjol Ilegal Versi OJK

Ciri – ciri Pinjol Ilegal

Minggu, 01 Agustus 2021 19:32

BMKG: Potensi Hujan Merata di Riau Malam Ini

Cuaca Riau

Minggu, 01 Agustus 2021 16:30

Varian Delta Sebabkan Kasus Corona Dunia Naik Hingga 80%

Covid-19 Dunia

Minggu, 01 Agustus 2021 15:05

Karhutla di Dumai dan Kuala Cenaku Masih Belum Padam

Karhutla Riau

Minggu, 01 Agustus 2021 14:39

Ginting: Saya Tak Punya Waktu Memikirkan Kekalahan Ini

Olimpiade 2020

Minggu, 01 Agustus 2021 13:31

Saat Amerika dan Aceh Berperang

Aceh

Minggu, 01 Agustus 2021 13:18

Polisi Sebut Sudah Terima Laporan Terkait Kasus  BRI Life

BRI Life

Minggu, 01 Agustus 2021 11:48

Perselisihan Rusia dengan Facebook Kian Meluas

Rusia, WhatsApp, Facebook