Warga Jawa-Bali Diprioritaskan Suntik Vaksin

Sabtu, 19 September 2020 10:45
Warga Jawa-Bali Diprioritaskan Suntik Vaksin

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah memprioritaskan warga di Jawa-Bali untuk disuntik vaksin corona.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penyuntikan vaksin paling prioritas tentu saja kepada tenaga medis yang langsung menangani pasin sebab mereka berisiko tinggi terpapar virus.

“Pihak paling utama yang akan diprioritaskan untuk disuntik vaksin Covid-19 tersebut yaitu para petugas kesehatan,” ungkapnya.

“Yang pertama itu adalah orang orang petugas kesehatan dulu. Itu dulu yang utama. Di daerah, jangan sampai nanti ada lagi dokter kita dan perawat kita jadi korban Covid ini. Itu top priority. Kemudian nanti akan lebih luas lagi,” kata Luhut.

Tak hanya itu, lokasi wilayah juga menjadi pertimbangan siapa yang akan diprioritaskan. Dia mengatakan terdapat dua pulau yang bakal diprioritaskan oleh pemerintah di awal 2021 nanti.

Baca: Anggota DPR Dapat Plat Nomor Khusus, Sahroni: Bukan Untuk Gagah-Gagahan

“Saya kira paling banyak mungkin pertama Jawa-Bali. Kenapa Jawa-Bali? memang sumber Covid-19 ini paling banyak di daerah ini sekarang,” imbuhnya.

Luhut mengatakan pemerintah sudah menyiapkan tim untuk melaksanakan teknis penyuntikan. Tim ini diperkirakan sudah siap dipekerjakan mulai Desember 2020.

“Desember ke depan ini Pemerintah sudah menyiapkan baik itu Kasad atau Polri untuk unsur-unsur kesehatan kita, untuk melakukan injeksi di tempat-tempat yang akan diprioritaskan nanti, terutama bagian kesehatan dan pembantunya,” bebernya.

Pemerintah menargetkan pada Januari 2021 sudah tersedia 100 juta vaksin yang siap untuk disuntikkan. Dengan begitu, ia berharap mulai Januari 2021 penyebaran Covid-19 bisa makin terkendali.

“Kalau itu terlalui, sampai Januari nanti sudah hampir 100 juta yang diinjeksi, saya kira mungkin akan mulai terkendali. Itu saya kira target kita karena tahun depan kita akan dapat 270 juta lebih (vaksin). Mungkin saya kira akan lebih dari itu,” tuturnya. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 28 Januari 2022 12:44

Sekilas Tentang Candi Muara Takus Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Riau

Ada banyak candi tua di Indonesia. Satu di antara candi tertua itu ada di Pulau Sumatera tepatnya di Kabupaten Kampar

Jumat, 28 Januari 2022 12:04

Potret Sixpack Ronaldo Kwateh Pemain Termuda Timnas Indonesia

Sosok Ronaldo Kwateh mencuri perhatian sebab memecah rekor debutan termuda Timnas Indonesia

Jumat, 28 Januari 2022 11:37

Alasan Gatot: Hasil Analisa dan Renungan Presidential Threshold Sangat Berbahaya

Presidential Threshold 20 persen akan mengancam demokrasi di Indonesia.

Jumat, 28 Januari 2022 11:08

Syamsuar Sebut Riau Selalu Kirim Sampel Mencurigakan ke Jakarta, ‘Belum Ada Temuan Omicron di Riau’

Gubernur Syamsuar mengatakan Riau selalu mengirimkan sampel yang mencurigakan ke laboratorium pusat di Jakarta.

Jumat, 28 Januari 2022 10:49

Prabowo Tanggapi Dingin Kritik Edy Mulyadi Soal ‘Macan Mengeong’

Prabowo Subianto memberikan respon dingin terkait kritik yang dilontarkan Edy Mulyadi kepadanya.

Jumat, 28 Januari 2022 10:37

Info Cuaca, BMKG: Riau Cerah Dengan Suhu Udara 33 Derajat Celcius

Info prakiraan cuaca dan hotspot Provinsi Riau, Jumat 28 Januari 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) catat cuaca di Riau cerah

Jumat, 28 Januari 2022 10:35

Pengunjung Bakal Diwajibkan Scan Barcode Aplikasi PeduliLindungi di Kantor Kemenag Pekanbaru

Kantor Kemenag Kota Pekanbaru dalam waktu dekat akan berlakukan wajib scan barcode PeduliLindungi kepada setiap pengunjung.

Jumat, 28 Januari 2022 10:25

Bappeda Siak Minta Camat Sosialisasikan SIPD Digital

“Untuk menginput usulan kegiatan, saat ini sudah melalui digital.”

Jumat, 28 Januari 2022 10:19

Diduga Terinjak Gajak, Seorang Petani Sawit di Tahura Ditemukan Tak Bernyawa 

Palen Peter Aritonang (56) ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Taman Hutan Raya (Tahura).

Jumat, 28 Januari 2022 10:08

Ubedilah Badrun: Tak Terhitung Berapa Banyak Pertanyaan KPK Soal Dugaan Cuci Uang Kaesang-Gibran

Ubedilah Badrun selama dua jam diperiksa KPK terkait dengan pelaporan dugaan korupsi Kaesang-Gibran.