• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Waktunya Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
27 Agustus 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU —Pengajuan RUU Haluan Ideologi Pancasila di tengah-tengah pandemic lalu memunca pro dan kontra. Kenapa lagi diusik-usik? Padahal Soekarno – Hatta dan Moehammad Yamin saat menyarikan Pancasila, sudah meresonansi keterwakilan seluruh kelompok kepentingan di Indonesia.

Idjang Tjarsono, dosen filsafat jurusan Hubungan Internasional Fisip Unri yang kini tengah menikmati masa pensiunnya di Purwokerto (sejak 18 Oktober 2019), menekankan fokus saat ini bukan lagi mempermasalahkan Pancasila sebagai sistem nilai, tapi bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilainya dalam suatu norma per undang-undangan, bersifat mengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila sebagai Basis Identitas dan Struktur Kognitif. Artinya untuk  meyakinkan yang masih meragukan peran dan fungsi Pancasila seagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Wajar jika ada penolakan RUU HIP, karena kurang menyentuh apa yang dibutuhkan bangsa saat ini. Jadi bagaiman menurunkan nilai-nilai Pancasila yg masih abstrak ke norma-norma konkrit yang menjiwai setiap isi dan misi undang-undang kita,” kritik Idjang kepada Bertuahpos.com.

Dosen filsafat yang mengambil gelar master bidang ketahanan nasional ini mengatakan sebagai basis identitas, Pancasila identik dangan Indonesia, sebab secara materi nilai-nilainya diambil dari adat, budaya dan agama bangsa Indonesia. 

“Maka di sini berlakulah prinsip principium identitatis juga prinsip diferentia spesifica. Principium identitatis, berarti seorang Pancasilais pasti bukan seorang liberalis atau bukan isme yg lain (A adalah A dan A bukan -A), sedangkan diferentia spesifica bermakna Pancasila memiliki pembeda dan khas,” katanya.

“Pancasila sebagai basis identitas, agar nilai-nilainya terjamin diperlukan 2 pra kondisi. Pertama, ruang hidup kondusif, agar nilai-nilai Pancasila tetap eksis. No diskriminasi, ada kesetaraan, saling menghormati, saling membutuhkan. Masyarakat yang ber-Pancasila maka Bhineka Tunggal Ika jawabannya,” yakin lelaki Jawa yang hobi mengaransemen musik ini. 

Yang Kedua, kata Idjang lagi, diperlukan aktualisasi nilai-nilai dari ideologi Pancasila abstrak ke dalam bentuk konkrit. Setiap perundang-undangan kita seharusnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Pertanyaannya, beranikah kita terikat principium identitatis? Seorang Pancasilais harus menolak liberalis dan isme yg lain”, tekan Idjang yang memiliki 2 putra mengambil Ilmu Hukum UGM dan Udip ini. (bpc5)

Tags: Idionlogi PancasianasionalPancasilaRUU HIP
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post

Bayang-Bayang Resesi Ekonomi, Obesitas Regulasi Perlu Penanganan Segera

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.