Pengusaha Ragukan Ekonomi Bisa Pulih Sesuai Keinginan Jokowi

Kamis, 15 April 2021 15:08
Pengusaha Ragukan Ekonomi Bisa Pulih Sesuai Keinginan Jokowi
Grafis: Net

BERTUAHPOS.COM — pemerintah menargetkan ekonomi bisa menggeliat sampai 7% pada kuartal II-2021 nanti. Menurut Presiden Jokowi, pertumbuhan ekonomi di kuartal II bisa menjadi penentu apakah ekonomi Indonesia bisa naik atau tidak.

“Kita harus bisa meningkatkan paling tidak di atas 7 persen di kuartal II. Bukan barang yang mudah. Tetapi kalau (ada) dukungan dari daerah, saya yakin ini menjadi sesuatu yang mudah,” kata Jokowi.

Advertisement

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen tersebut, Jokowi meminta para kepala daerah untuk membuka investasi seluas-luasnya di daerah masing-masing.

Para pengusaha di Tanah Air meragukan hal itu bisa terjadi, mengingat kondisi ekonomi negara sejauh masih membutuhkan awaktu yang cukup untuk kembali pulih.

Baca: Sandiaga Soal Sidang Umum PBB: Pertama Minta Maaf Karena Absen Enam Tahun Terakhir

BACA JUGA:  OJK Sebut Pertumbuhan Kredit Perbankan Tergantung Vaksin

Namun, menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia [APINDO] Hariyadi Sukamdani, sektor penerbangan menjadi salah satu indikasi dari geliat ekonomi. Namun, sektor ini diramal baru pulih dalam waktu yang panjang.

Dia pun meyakini proyeksi kembalinya industri penerbangan masih masuk pada skenario moderat, alias tak terlalu optimistis pulih dalam waktu dekat. Pemulihan 100% untuk domestik baru terjadi pada 2024 dan international 2026.

“Tingkat akurasi prediksi ini bergantung pada vaksinasi, seberapa cepat. Skenario optimistis domestik ini 2022 moderat 2024 dan international flight di 2026. Kalau saya lebih condong ke moderat,” kata Hariyadi dalam webinar, Kamis, 15 April 2021.

Di sisi lain, Hariyadi melihat vaksinasi Indonesia masih sedikit, dimana baru sekitar 10 juta orang tervaksin dosis pertama, sedangkan yang sudah tersuntik dua dosis sekitar 5,2 juta. Jumlah ini masih sangat minim jika dibandingkan angka jumlah kebutuhan vaksin 181,5 juta jiwa.

Pemerintah sendiri masih kesusahan mendatangkan pasokan vaksin. Belum lagi ada embargo dari negara yang memproduksi vaksin seperti India yang tidak mau mengekspor vaksin produksinya.

“Vaksin gratis pemerintah untuk masyarakat masih ada kendala kendala, perlu dilihat kesediaan stoknya,” kata Hariyadi.

Selain itu vaksin mandiri juga masih belum jelas karena belum terlihat kapan akan dimulai, walaupun sudah ada komitmen vaksin yang datang pada akhir bulan ini.

Buka tutup mobilitas masyarakat juga masih menjadi kendala dan berdampak langsung terhadap jumlah penumpang maskapai. Contohnya seperti larangan mudik dimana maskapai dan operator angkutan darat tidak diperbolehkan beroperasi mengangkut penumpang mudik. (bpc2)