• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengusaha Ragukan Ekonomi Bisa Pulih Sesuai Keinginan Jokowi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 April 2021
pemulihan ekonomi nasional

Grafis: Net

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — pemerintah menargetkan ekonomi bisa menggeliat sampai 7% pada kuartal II-2021 nanti. Menurut Presiden Jokowi, pertumbuhan ekonomi di kuartal II bisa menjadi penentu apakah ekonomi Indonesia bisa naik atau tidak.

“Kita harus bisa meningkatkan paling tidak di atas 7 persen di kuartal II. Bukan barang yang mudah. Tetapi kalau (ada) dukungan dari daerah, saya yakin ini menjadi sesuatu yang mudah,” kata Jokowi.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen tersebut, Jokowi meminta para kepala daerah untuk membuka investasi seluas-luasnya di daerah masing-masing.

Para pengusaha di Tanah Air meragukan hal itu bisa terjadi, mengingat kondisi ekonomi negara sejauh masih membutuhkan awaktu yang cukup untuk kembali pulih.

Namun, menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia [APINDO] Hariyadi Sukamdani, sektor penerbangan menjadi salah satu indikasi dari geliat ekonomi. Namun, sektor ini diramal baru pulih dalam waktu yang panjang.

Dia pun meyakini proyeksi kembalinya industri penerbangan masih masuk pada skenario moderat, alias tak terlalu optimistis pulih dalam waktu dekat. Pemulihan 100% untuk domestik baru terjadi pada 2024 dan international 2026.

“Tingkat akurasi prediksi ini bergantung pada vaksinasi, seberapa cepat. Skenario optimistis domestik ini 2022 moderat 2024 dan international flight di 2026. Kalau saya lebih condong ke moderat,” kata Hariyadi dalam webinar, Kamis, 15 April 2021.

Di sisi lain, Hariyadi melihat vaksinasi Indonesia masih sedikit, dimana baru sekitar 10 juta orang tervaksin dosis pertama, sedangkan yang sudah tersuntik dua dosis sekitar 5,2 juta. Jumlah ini masih sangat minim jika dibandingkan angka jumlah kebutuhan vaksin 181,5 juta jiwa.

Pemerintah sendiri masih kesusahan mendatangkan pasokan vaksin. Belum lagi ada embargo dari negara yang memproduksi vaksin seperti India yang tidak mau mengekspor vaksin produksinya.

“Vaksin gratis pemerintah untuk masyarakat masih ada kendala kendala, perlu dilihat kesediaan stoknya,” kata Hariyadi.

Selain itu vaksin mandiri juga masih belum jelas karena belum terlihat kapan akan dimulai, walaupun sudah ada komitmen vaksin yang datang pada akhir bulan ini.

Buka tutup mobilitas masyarakat juga masih menjadi kendala dan berdampak langsung terhadap jumlah penumpang maskapai. Contohnya seperti larangan mudik dimana maskapai dan operator angkutan darat tidak diperbolehkan beroperasi mengangkut penumpang mudik. (bpc2)

Tags: ekonomi kwartal IIpenerbanganpengusanapertumbuhan ekonomi
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Bappenas Tegaskan Kebijakan Pembangunan Daerah Tak Bisa Disamaratakan
Nasional

Bappenas Tegaskan Kebijakan Pembangunan Daerah Tak Bisa Disamaratakan

...

Read moreDetails
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3,3%, OJK: Sektor Keuangan Tetap Stabil

Daftar Bandara yang Masih Ditutup akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Daftar Bandara yang Masih Ditutup akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Maskapai Murah Asia Tenggara Bergelut dengan Lonjakan Biaya Bahan Bakar

Maskapai Murah Asia Tenggara Bergelut dengan Lonjakan Biaya Bahan Bakar

pertumbuhan ekonomi riau

Geliat Pertumbuhan Tahun 2023 jadi Barometer dalam Capaian Ekonomi Riau Tahun Ini

Pertumbuhan Ekonomi Riau 2024

BI Optimis Ekonomi Riau 2024 Bertengger di Kisaran 4,8%

Next Post

Bengkalis Tanggung 69 Ribu Premi JKN Masyarakat Miskin

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.