Menurut Prabowo, Ini yang Perlu Dilakukan TNI untuk Bangun Postur Kekuatan Pertahanan Negara

Selasa, 16 Februari 2021 22:32
Menurut Prabowo, Ini yang Perlu Dilakukan TNI untuk Bangun Postur Kekuatan Pertahanan Negara
Menhan Prabowo Subianto.

BERTUAHPOS.COM —  Tentara Nasional Indonesia (TNI) diharuskan memperkuat kerja sama untuk mencapai pembangunan postur kekuatan pertahanan negara yang utuh.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan sistem pertahanan itu telah disinggung dalam UUD 1945. “Yaitu sistem pertahanan rakyat semesta,” kata Prabowo saat memberi pembekalan dalam Rapat Pimpinan TNI tahun 2021, pada 16 Februari 2021.

Advertisement

Rapim ini digelar di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Hadir dalam acara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Selain Prabowo Subianto dan petinggi TNI, hadir pula pejabat Kemhan antara lain Wakil Menteri Pertahanan M Herindra, Sekjen Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, Irjen Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana dan Rektor Universitas Pertahanan Laksdya TNI Amarulla Oktavian.

BACA JUGA:  Saat Belanda Memburu Kopral Desersi Princen

Baca: Plh Sekdaprov Riau Sebut SKB 3 Menteri Soal Seragam Siswa Perlu Didiskusikan

“Dua kali dalam satu konstitusi, dua kali para pendiri bangsa menegaskan sistem pertahanan kita. Artinya sistem pertahanan kita adalah pertahanan keamanan rakyat semesta yang melibatkan seluruh rakyat ikut memikul tanggungjawab,” kata Prabowo dalam keterangan tertulisnya.

Di pasal 27 ayat (3) UUD 1954: Bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut seta dalam upaya pembelaan negara. Kemudian dilanjutkan dengan Pasal 30 ayat (1) dengan penegasan pernyataan: Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

(bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 03 Maret 2021 13:01

Muhammadiyah Minta Pemerintah Lebih Sensitif Nilai Agama dalam Mengambil Kebijakan

Muhammadiyah meminta pemerintah lebih sensitif dengan masalah ahklak, norma sosial, dan nilai-nilai agama

Rabu, 03 Maret 2021 12:30

Gelagat Golkar dan NasDem Berkoalisi, Ini Komentar PDIP

Gelagat koalisi sudah ditunjukkan oleh Partai Golkar dan NasDem sebagai langkah persiapan untuk menghadapi kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Rabu, 03 Maret 2021 12:01

Perhatikan Lagi, Ini Lima Level Kekhusu’an Shalat Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Dari takbir hingga salam, hanya mengkhayal, jadi tak ada pahala di shalatnya

Rabu, 03 Maret 2021 11:39

Penggunaan QRIS di Riau Tembus 118 Ribu Marchent

QRIS yang diinisiasi oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah berjalan di semua perbankan.

Rabu, 03 Maret 2021 11:01

Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tak Alergi Kritik

Selama kritikan tersebut rasional

Rabu, 03 Maret 2021 10:47

Harga CPO Topang Kenaikan TBS Sawit di Riau Pekan Ini

Harga minyak dunia ikut menopang harga CPO hingga berimbas pada kenaikan harga TBS sawit di Riau.

Rabu, 03 Maret 2021 10:35

Muhammadiyah Apresiasi Pencabutan Lampiran Perpres Miras oleh Presiden Jokowi

Pencabutan ini adalah bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat

Rabu, 03 Maret 2021 10:27

Butut Dugaan Pelecehan Selebgram, Karyawan Kopi Kenangan Dirumahkan

Kasus dugaan pelecehan karyawan Kopi Kenangan Terhadap seorang selebgram.

Rabu, 03 Maret 2021 09:55

Apa Maksud Mahfud tak Ada Masalah dengan UU ITE?

“Saya sendiri melihat kalau undang-undangnya sih tidak bermasalah sih.”

Rabu, 03 Maret 2021 09:52

Man City 15 Poin Diatas MU, Pep: Kami Harus Tetap Tenang

Man City belum juara. Mahkota juara masih dipegang Liverpool