Catatan Sejarah 17 Februari: Tsunami Raksasa 80 Meter Maluku

Rabu, 17 Februari 2021 05:01
Catatan Sejarah 17 Februari: Tsunami Raksasa 80 Meter Maluku

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tanggal 17 Februari, ada dua gempa dan juga dua tsunami yang disebabkan gempa melanda wilayah Indonesia.

Tanggal 17 Februari 1996, pada pukul 14:59 waktu setempat, gempa dengan kekuatan 8,2 Skala Richter (SR) mengguncang Biak, Papua.

Advertisement

Akibat gempa ini, terjadi tsunami setinggi 7 meter, yang menyapu pesisir Biak. Akibat gempa dan tsunami ini, menurut wikipedia, tercatat 166 orang tewas, 423 luka-luka, dan 5,090 lainnya mengungsi.

Tanggal 17 Februari juga menjadi saksi bisu terjadinya tsunami raksasa 80 meter yang terjadi di Maluku pada tahun 1674. Sebagai perbandingan, tsunami Aceh yang menewaskan 280 ribu korban jiwa ‘hanya’ setinggi 24 meter.

BACA JUGA:  Gempa Kuat 5,5 SR Guncang Aceh Pagi Ini

Baca: Catatan Sejarah 24 November: Kongres Guru Indonesia Surakarta

Tidak diketahui berapa kekuatan gempa yang menyebabkan tsunami raksasa ini. Namun, menurut catatan salah satu saksi mata, George Everhard Rumphius, ahli botani Jerman, dilansir dari Tirto.id, gempa ini menyebabkan tanah naik turun bagai lautan.

Rumphius juga mencatat bahwa setelah gempa, gelombang air yang lebih tinggi dari atap rumah dan menyapu desa-desa di Maluku dan kepulauan sekitarnya. Korban jiwa diperkirakan mencapai 2,322 jiwa.

Berikut adalah catatan Rumphius:

“Lonceng-lonceng di Kastel Victoria di Leitimor, Ambon, berdentang sendiri. Orang berjatuhan ketika tanah bergerak naik turun seperti lautan. Begitu gempa mulai menggoyang, seluruh garnisun, kecuali beberapa orang yang terperangkap di atas benteng mundur ke lapangan di bawah benteng, menyangka mereka akan lebih aman. Tetapi sayang sekali, tidak seorangpun menduga air akan naik tiba-tiba ke beranda benteng. Air sedemikian tinggi hingga melampau atap rumah dan menyapu bersih desa. Batuan koral terdampar jauh dari pantai.”

BACA JUGA:  Maluku Diguncang Gempa 6,2 SR Pagi Ini

(bpc4)

Berita Terkini

Jumat, 26 Februari 2021 11:01

Baru Dilantik, Adil: Meranti Zero Kasus Covid-19

“Untuk diketahui, bahwa Meranti zero, sangat bagus sekali”

Jumat, 26 Februari 2021 10:05

Kerasnya Umar Bin Khattab Menentang Minuman Khamar

Umar tak segan-segan untuk menghukumnya

Jumat, 26 Februari 2021 09:20

SBY Turun Gunung, Moeldoko Kaget: Saya Pikir Sudah Selesai

“Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai”

Jumat, 26 Februari 2021 09:12

Yuk Intip 5 Rekomendasi Sepatu Wanita Lokal Berikut Ini, Kualitasnya Dijamin

Rekomendasi sepatu wanita.

Jumat, 26 Februari 2021 08:31

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Mesjid Raudhatul Jannah

Mesjid ini sudah dibangun tahun 2013, namun terhenti akibat terkendala dana.

Jumat, 26 Februari 2021 08:23

Piala Menpora akan Bergulir, Shin Tae-yong Ikut Bahagia

“Liga juga bisa memberikan kebahagiaan bagi fans sepak bola di Indonesia”

Jumat, 26 Februari 2021 06:01

Douwes Dekker, Belanda yang Cinta Indonesia, Anti-Belanda

Douwes Dekker adalah seorang Belanda, yang mengaku Jawa, yang anti-Belanda

Jumat, 26 Februari 2021 05:00

Catatan Sejarah 26 Februari: Mengenang Rahmah El Yunusiyah, Tokoh Pendidikan Perempuan Indonesia

pejuang pendidikan yang mendirikan sekolah Islam perempuan pertama di Indonesia

Kamis, 25 Februari 2021 22:31

Apresiasi Penampilan Seni dan Prestasi Masyarakat Biologi dalam Puncak Gema Karya Biologi

Penghargaan untuk segenap civitas akademika yang berprestasi.

Kamis, 25 Februari 2021 21:31

Riau Minta Iven Kepariwisataan di Daerah Disesuaikan dengan APBD

Daerah diminta mampu meminimalisir penggunaan APBD.