• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Polemik Defisit Anggaran, Ada Potensi ‘Markdown’ dan Pemprov Diminta Jujur Ungkap Data

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
26 Maret 2025
Polemik Defisit Anggaran, Ada Potensi ‘Markdown’ dan Pemprov Diminta Jujur Ungkap Data

Polemik Defisit Anggaran, Ada Potensi ‘Markdown’ dan Pemprov Diminta Jujur Ungkap Data

113
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kondisi defisit anggaran dalam APBD Provinsi Riau 2025 tidak bisa dilepaskan dari buruknya tata kelola anggaran tahun 2024.

Pengamat kebijakan anggaran, Triono Hadi, menilai dampak dari anggaran yang disusun dan dijalankan secara serampangan tahun lalu membuat banyak program pembangunan terhambat.

ARTIKEL TERKAIT:

  • Kisruh Defisit Anggaran Pemprov Riau, Pengamat: Perlu Satu Sumber Data yang Valid

Menurutnya, kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Abdul Wahid dan SF Hariyanto, seharusnya sudah bisa menjalankan program-program prioritas sesuai janji kampanyenya.

Seperti; infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan sosial. “Namun, anggaran justru tersedot untuk menutupi utang tahun lalu,” kata Triono, Rabu, 26 Maret 2025.

Triono juga menyoroti tidak adanya informasi resmi yang jelas soal angka riil defisit.

Pemerintah daerah, baik Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, maupun Sekdaprov Riau, hanya menyampaikan taksiran tanpa dokumen resmi. “Ini sangat berbahaya,” katanya.

Pemerintah (Pemprov Riau) tidak boleh menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Satu-satunya data yang bisa dijadikan rujukan hanyalah yang dipublikasikan secara real-time oleh DJPK Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Kisruh Defisit Anggaran Pemprov Riau, Pengamat: Perlu Satu Sumber Data yang Valid
Pengamat Kebijakan Anggaran, Triono Hadi | Foto: Dok. Pribadi.

Target Tinggi, Realisasi Jauh di Bawah Ekspektasi

Berdasarkan data DJPK, Triono mengungkapkan bahwa potensi “markdown” atau penggelembungan target pendapatan daerah, khususnya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sangat besar. 

Pada rancangan awal APBD 2024, total pendapatan daerah ditetapkan Rp10,06 triliun, terdiri dari Rp5,98 triliun PAD, Rp4,06 triliun transfer pusat, dan Rp7,78 miliar pendapatan lainnya.

Namun, dalam perubahan APBD yang ditandatangani pada 16 Oktober 2024, target pendapatan naik menjadi Rp11,121 triliun. Kenaikan terbesar berasal dari target PAD yang meningkat 13% menjadi Rp6,7 triliun.

“Masalahnya, realisasi hingga 31 Desember 2024 hanya Rp9,04 triliun, atau 81,3% dari target. Yang paling parah adalah PAD yang hanya tercapai 72,1%, atau Rp4,8 triliun dari target Rp6,7 triliun. Ini capaian terburuk dalam 10 tahun terakhir dengan situasi normal,” tegasnya.

Menurut Triono, pada masa pandemi Covid-19, memang pernah terjadi PAD yang tak mencapai target, tetapi selisihnya tidak separah ini. Yang mengkhawatirkan, perubahan APBD dilakukan hanya dua setengah bulan sebelum tutup tahun.

“Seharusnya proyeksi sudah sangat akurat, tapi realisasi justru meleset hingga Rp1,8 triliun. Ini patut diduga ada potensi markdown,” katanya.

Triono berharap pemerintah daerah untuk menyelidiki pos-pos anggaran secara lebih serius.

“Alasan target PI 10% tidak cukup menjelaskan selisih besar ini, karena nilai PI 10% hanya di bawah Rp1 triliun. Perlu kejujuran pemerintah dalam membuka data dan menjelaskan kepada publik,” tutupnya.***

Kondisi defisit anggaran dalam APBD Provinsi Riau 2025 tidak bisa dilepaskan dari buruknya tata kelola anggaran tahun 2024.


 

Tags: Anggarandefisitpemerintahanriau
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri
Regional

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri

...

Read moreDetails
Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Next Post
Harga TBS Sawit Riau Sepekan ke Depan, Berikut Daftar Lengkapnya

Harga TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Naik Jelang Idulfitri 2025

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.