Mahfud MD Komentari Dugaan Rasis Natalus Pigai

Senin, 25 Januari 2021 10:10
Mahfud MD Komentari Dugaan Rasis Natalus Pigai
Mahfud MD

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengomentari sikap rasisme yang diterima salah satu tokoh Papua, Natalius Pigai.

Pigai mendapat serangan rasial dari Ambrocius Nababan saat mantan Komisioner Komnas HAM itu menyatakan menolak vaksin sinovac. Ambrocius lantas mengejek Pigai, menyamakannya dengan hewan gorila serta kadal gurun.

Advertisement

Mahfud melalui akun twitter resmi miliknya @mohmahfudmd, mengingatkan agar tak ada yang menghina seseorang dengan cacian bahkan dengan gambar hewan.

“Kalau Anda tak suka dengan statement atau tudingan seseorang yang anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dengan cacian atau gambar hewan,” tulis Mahfud dalam akun Twitternya, dikutip Senin, 25 Januari 2021.

Baca: KBS Nyatakan Dukungan Relokasi Investasi BKPM Di Batang

BACA JUGA:  Produksi Vaksin Merah Putih Ditargetkan Akhir 2021

Kata Mahfud, alih-alih ikut berkomentar akan lebih baik jika pernyataan yang berseberangan itu didiamkan saja. Mahfud bahkan mengutip salah satu pernyataan dalam bahasa Arab.

“Diamkan saja, Ada ungkapan, tarkul jawaab alal jaahil jawaabun, (Tidak menjawab statement atau tudingan orang dungu adalah jawaban terhadap orang dungu tersebut),” kata Mahfud.

Pigai sendiri telah memberi pernyataan terkait sikap rasisme yang dia terima. Menurutnya, rasisme memang dipelihara bahkan terdapat di tubuh pemerintah Indonesia itu sendiri.

Bahkan kata dia, pembantaian dan pembunuhan yang terjadi di tanah Papua didasari sikap rasisme. Menurutnya, sikap rasisme semakin masif terjadi di era pemerintahan Joko Widodo.

“Kita harus hapuskan sikap rasisme. Negara memelihara dan mengelola rasisme sebagai alat pemukul tiap orang yang berseberangan dengan kekuasaan,” kata Pigai seperti dikutip dari CNNIndonesia.com. Lebih jauh Pigai juga mengingatkan potensi konflik rasial di Papua. 

“Orang Papua tidak akan pernah bisa hidup nyaman dengan bangsa rasialis. Jakarta harus buka kran demokrasi dengan Rakyat Papua. Kalau tidak maka saya khawatir instabilitas bisa terjadi karena konflik rasial di Papua. Saya orang pembela kemanusiaan berkewajiban moral untuk ingatkan,” kata Pigai. (bpc2)

Berita Terkini

Selasa, 02 Maret 2021 22:32

Miliki Potensi Besar, Budidaya Ikan Tapah di Desa Kuala Terusan Mulai Digalakkan

Peluang dalam membudidayakan keramba ikan air tawar di Pelalawa.

Selasa, 02 Maret 2021 20:30

Ini Alasan Mengapa Ma’ruf Amin ‘Tutup Mulut’ Soal Investasi Miras

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin sengaja ‘tutup mulut’ perihal Perpres Nomor 10 Tahun 2021.

Selasa, 02 Maret 2021 19:32

Bawaslu Kuansing Sampaikan Piagam Penghargaan ke Kejari

Piagam penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dalam pelaksanaan Pilkada 2020 lalu.

Selasa, 02 Maret 2021 18:32

Seluruh Pejabat di Riau Diminta Hadir, Besok Ada Monev dengan KPK

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam hal tata kelola pemerintahan.

Selasa, 02 Maret 2021 18:10

Bukan Harimau, Ini Penjelasan BKSDA Soal ‘Hewan Misterius’ yang Serang Nenek di Pelalawan

Kesimpulan BKADA, bukan hewan yang menyerang nenek itu.

Selasa, 02 Maret 2021 17:25

Peresmian Air Panas Sungai Pinang  Diundur

Rencana peresmian akan dijadwalkan kembali.

Selasa, 02 Maret 2021 15:32

Pembakaran Sampah, Lahan 2,500 Meter Persegi Terbakar di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran sampah”

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Pemkab Harus Cari Solusi Tepat Soal PETI, Supaya ‘Jangan Asal Tangkap Saja’

“Pemilik modal juga harus ditindak. Jangan pekerja saja.”

Selasa, 02 Maret 2021 14:18

Video: Pernyataan Jokowi Soal PP Investasi Miras Dicabut

Investasi minuman beralkohol (miras) dicabut atas masukan Ormas.

Selasa, 02 Maret 2021 13:40

Video: Suasana Vaksinasi Tahap 2 di Pekanbaru

Vakisinasi tahap kedua yang dilaksanakan pada Senin, 1 Maret 2021, menyasar 2000 tenaga publik.