• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kasus Pulau Rempang, WALHI Riau Tuding Bahlil Ingkar Berdialog, Masyarakat Tiga Kampung Tua Menolak Penggusuran

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 September 2023
Pulau Rempang

Direktur Eksekutif WALHI Riau, Even Sembiring.

109
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Riau menuding Menteri Investasi Bahlil Lahadalia telah ingkar atas janjinya untuk berdialog dengan masyarakat Pulau Rempang terkait kasus penggusuran yang tengah hangat.

Direktur Eksekutif WALHI Riau, Even Sembiring, mengatakan bahwa kehadiran Bahlil di Pulau Rempang justru melahirkan potensi konflik antara masyarakat. Bahkan kehadirannya di Pantai Melayu bukan untuk berdialog dengan masyarakat.

“Selama dua hari berkunjung ke lokasi tersebut, Bahlil  hanya melakukan dialog dengan beberapa masyarakat pada Minggu (17/09/2023), dan bertemu dengan ratusan warga pada Senin (18/09/2023) sebagai corong investor dengan mempertegas sikap negara untuk menggusur masyarakat tiga kampung tua (Sembulang, Tanjung Banun, dan Dapur Enam). Tidak ada dialog, yang ada hanya sikap kekeh untuk melanjutkan investasi,” katanya.

Even Sembiring menyebut, selain ingkar membangun dialog dan mendengar masyarakat, Bahlil hanya sekedar menggambarkan keindahan investasi, namun sama sekali tidak menggambarkan potensi dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat di Pulau Rempang akibat kehadiran investasi 

Dijelaskan, pertemuan terbuka di hari Senin juga dilakukan dadakan, sehingga tidak semua masyarakat yang akan digusur dapat hadir. Menurut Evan, rencana pembangunan Rempang Eco-City yang akan diawali pembangunan pabrik kaca merupakan salah satu kegiatan usaha berisiko tinggi, yang wajib mempunyai AMDAL.

“Artinya, kegiatan ini harus diawali konsultasi dengan masyarakat terdampak, masyarakat tiga Kampung Tua yang disebut Bahlil harus digusur untuk investasi Xinyi, perusahaan asal Republik Rakyat Tiongkok yang bekerja sama dengan PT Makmur Elok Graha (MEG) dan BP Batam. Dari rekaman yang beredar, jelas Bahlil menolak dialog, ia hanya mau didengar tanpa mau mendengar,” sebut Even Sembiring. 

Pemberitahuan yang disampaikan Bahlil juga menghadirkan kepanikan di tiga kampung tua di sana, yaitu Kampung Sembulang, Tanjung Banun, dan Dapur Enam. Masyarakat di sana khawatir digusur, terlebih kondisi Pulau Rempang masih tampak seperti daerah operasi militer, Masih dipenuhi aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Pengamanan BP Batam. 

Evan Menyebut, masyarakat adat tempatan di Tanjung Banun kini juga kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Sejak awal September, mereka mengurangi aktivitas melautnya karena khawatir digusur. Hal ini yang mengakibatkan kondisi serba terbatas terjadi di kampung tersebut. 

“Sebelumnya, kebutuhan pangan di kampung ini cukup terbantu dengan adanya dapur umum yang menerima bantuan dari banyak pihak,” tambahnya.

Sayangnya, dapur umum ini kini sulit menerima bantuan dan ditemukan karena spanduk yang bertuliskan Dapur Umum Kemanusiaan Rempang Galang diturunkan karena masyarakat khawatir diintimidasi oleh pihak Kepolisian.

Hal ini tercermin dari peristiwa pemanggilan terhadap orang yang memberikan bantuan kepada warga sebagai bentuk solidaritas. dengan berbagai pertanyaan bahkan sampai memanggil pihak-pihak yang mencoba untuk membantu warga Tanjung Banun dari krisis Pangan pasca tidak dapat lagi bekerja.

“Terkait kondisi ini, WALHI Riau mengajak seluruh masyarakat sipil tetap mendukung masyarakat yang tetap berlawan menolak penggusuran dan mendesak Presiden Joko Widodo untuk memenuhi janjinya untuk memberikan legalitas hak atas tanah kepada seluruh masyarakat adat dan tempatan Kampung Melayu Tua di Rempang sekaligus membatalkan rencana penggusuran tersebut,” katanya.***

Tags: Pulau Rempang
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Suara Orang Muda Riau Menolak untuk Melupakan Tragedi Rempang
Lingkungan

Suara Orang Muda Riau Menolak untuk Melupakan Tragedi Rempang

...

Read moreDetails

BP Batam dan Pemerintah Tetap Melanjutkan PSN Rempang Eco-City, Ini Respon WALHI Riau

Pulau Rempang

4 Rekomendasi WALHI Riau Hasil Kajian Konflik PSN Eco-City Pulau Rempang

Buntut Perpres 78 Tahun 2023, Warga Rempang Menolak Pembangunan Rumah Relokasi

Warga pulau rempang

Warga Rempang Masih Berurai Air Mata Tolak Konsultasi AMDAL

Surat kesepakatan pulau rempang

WALHI Riau Soroti Surat Kesepakatan BP Batam dengan Masyarakat Rempang: Itu Pemberitahuan Bukan Kesepakatan

Next Post
Bupati Inhil Buka MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten

Bupati Inhil Buka MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.