FPI Desak Prancis Minta Maaf dan Rencanakan Aksi di Kedubes

Senin, 02 November 2020 10:16
FPI Desak Prancis Minta Maaf dan Rencanakan Aksi di Kedubes
Front Pembela Islam. (Ilustrasi/Net)

BERTUAHPOS.COM — Front Pembela Islam (FPI) merencanakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Prancis di Jakarta, Senin, 2 November 2020. Demonstrasi ini mendesak kepada pemerintahan Prancis untuk meminta maaf secara terbuka.

Aksi unjuk rasa ini akan diikuti pula oleh beberapa Ormas Islam lainnya. Unjuk rasa digelar untuk memprotes Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait pelbagai pernyataan yang dinilai menyudutkan Islam.

Advertisement

“Ada ribuan. Karena sudah banyak konfirmasi yang ingin ikut terkait hal ini,” kata Tim Hukum FPI, Aziz Yanuar kepada CNNIndonesia.com.

Aziz menjelaskan nantinya massa aksi akan berkumpul terlebih dulu di Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat untuk menggelar Salat Zuhur berjemaah.

Baca: Kini, Klaim JHT BPJS Satu Hari Siap, Baca Syaratnya

Setelah shalat, mereka akan berjalan secara beriringan menuju depan Kedutaan Besar Prancis di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. “Kita jalan bersama-sama ke Kedubes Prancis,” kata Aziz.

Lebih lanjut, Aziz menjelaskan bahwa ormas-ormas Islam akan membawa beberapa tuntutan kepada duta besar Prancis di Indonesia. Diantaranya adalah menuntut agar Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta maaf kepada umat Islam. “Dan meminta agar tak mengulangi lagi terkait penistaan ini,” kata dia.

Selain itu, Aziz juga menuntut agar pemerintah Prancis tak melindungi majalah satire asal Prancis Charlie Hebdo karena kerap menistakan agama terutama menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

“Intinya, kita akan boikot terus, kita akan boikot produk Prancis. Bahwa perlakuan mereka tak dapat kita terima,” kata dia.

Berbagai protes muncul menyusul pernyataan Macron terkait umat Islam. Pernyataan itu disampaikan Macron setelah aksi pembunuhan terhadap guru sejarah Samuel Paty terkait karikatur Nabi Muhammad SAW di majalah Charlie Hebdo.

Macron sendiri sudah angkat suara terkait protes tersebut. Dalam wawancara yang dilakukan saluran TV berbasis di Qatar, Al Jazeera, Macron memberikan penjelasannya mengenai maksud ucapan sebelumnya dengan nada yang lebih lembut.

“Saya bisa mengerti bahwa orang bisa dikejutkan oleh karikatur itu, tetapi saya tidak akan pernah menerima bahwa kekerasan bisa dibenarkan,” katanya akhir pekan lalu. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 21 Januari 2021 17:32

2 UU yang Paling Banyak Digugat ke MK

#uu #UUCiptaker #UUCorona #MK

Kamis, 21 Januari 2021 16:30

Fahri Hamzah Sebut 400 Ribu Warga AS Korban Covid-19 Dampak Terbelahnya Sosial dan Politik

#FahriHamzah #joebiden #corona

Kamis, 21 Januari 2021 15:32

Covid-19 Buat Negara Rugi Hingga Rp1.000 Triliun 

#covid-19 #pandemi #nasional #finance

Kamis, 21 Januari 2021 14:31

Jokowi Beri Sinyal Vaksin Mandiri Masyarakat

#kesehatan #VaksinMandiri #Jokowi

Kamis, 21 Januari 2021 12:30

Biden Ogah Ikut Campur Soal Pemakzulan Trump

#JoeBiden #DonaldTrump #pemakzulan

Kamis, 21 Januari 2021 11:50

Berkenalan dengan LQ45 Sebelum Turun Investasi ke Saham

#LQ45 #saham #investasi

Kamis, 21 Januari 2021 11:31

Penertiban Lahan Sawit Ilegal Berjalan Lambat, Visi Riau Hijau Syamsuar Dipertanyakan

#Sawit #LahanSawitIlegal #walhi