Faisal Basri Sentil Airlangga dan Sebut RI 100% Resesi, Karena Tak Becus Tangani Corona

Senin, 31 Agustus 2020 15:16
Faisal Basri Sentil Airlangga dan Sebut RI 100% Resesi, Karena Tak Becus Tangani Corona
Ekonom Senior Faisal Basri.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ekonom Senior Faisal Basri mengatakan bisa dipastikan Indonesia akan resesi. Menurut penilaiannya hal itu terjadi karena pemerintah tidak becus dalam penanganan Covid-19.

Dia mengatakan perekonomian Indonesia akan sulit pulih karena jumlah kasus konfirmasi Covid-19 terus meningkat dalam jumlah besar. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 juga diproyeksikan akan tumbuh negatif, yang artinya Indonesia akan masuk ke jurang resesi.

Advertisement

“Kondisi ekonomi mustahil akan pulih jika penanganan Covid-19 belum bisa ditangani dengan baik. Apalagi melihat kasus Covid-19 yang menyentuh 2.000 hingga 3.000 dalam waktu 24 jam,” ungkapnya.

Menurut pendapatnya, Indonesia harus belajar dari Finlandia, Singapura, Malaysia dan Thailand yang tidak mengutamakan ekonominya, namun mengedepankan Penanganan Covid-19. Dengan begitu justru membuat negara-negara itu lebih cepat dalam pemulihan ekonomi.

Baca: Pengembangan Sagu dan Kopi Liberika Meranti Dapat Sokongan Dana Rp21,4 M di Tahun Depan

“Indonesia tidak boleh masuk, masih di blacklist karena reputasi menangani Covid-19 buruk ke empat di dunia. Sadar tidak sadar, kita sedang dihukum dunia. Gara-gara tidak becus menangani pandemi ini,” jelas Faisal seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin, 31 Agustus 2020.

Oleh karena itu, Faisal memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan berada pada titik -3%. Jika demikian, Indonesia akan jatuh ke jurang resesi.

“Kuartal III-2020 perkiraan saya minus 3%, tapi Kata Menko [Airlangga] itu nggak resesi. Menko aja pemahaman resesinya nol besar. Kata Menko kalau triwulan II minus 5,3%, triwulan III minus 5%, itu nggak resesi, karena minusnya turun. Ngeri nggak? komandan ekonominya nggak ngerti resesi apa,” tutur Faisal.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 mencapai 2,97%. Kemudian pada kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi, hingga minus 5,32%.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 mendatang berada pada kisaran 0% hingga -2%. Adapun untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 2020, diproyeksikan bisa tumbuh positif 0,2% hingga -1,1%. (bpc2)