Waspada, Kerja Larut Malam Sebabkan Prediabetes

Rabu, 05 Juni 2013 10:13
BERTUAHPOS – Kerja di malam hari tidak saja memengaruhi produktivitas kerja tapi juga kesehatan tubuh. Salah satu gangguan yang mengancam ialah serangan prediabetes.
 
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kerja sampai malam hari dapat menyebabkan impair glucose tolerance (IGT) atau prediabetes yaitu peningkatan kadar gula darah tetapi belum dapat disebut diabetes, namun hal tersebut dapat menjadi pemicu risiko diabetes tipe 2.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa tertinggi adalah 16 persen, lebih tinggi selama satu shift malam dibandingkan dengan satu hari dari jadwal yang disimulasikan siang hari. Dibandingkan dengan simulasi pada siang hari, kadar insulin selama simulasi shift malam adalah 40 sampai 50 persen lebih tinggi pada 80 menit dan 90 menit setelah makan.
 
“Hal ini cukup mengejutkan, dengan hanya perubahan pada satu malam dapat menyebabkan prediabetes dan meningkatkan kadar insulin,” ujar ketua penelitian, Christopher Morris, PhD, seorang peneliti postdoctoral pada Medical Chronobiology Program of the Division of Sleep Medicine di Brigham & Women’s Hospital and Harvard Medical School di Boston yang dikutip Sciencedaily.
 
Lebih lanjut, Morris mengatakan temuan di bawah pengawasan laboratorium yang sangat terkontrol ini sangat penting, karena hasilnya menunjukkan kerja pada larut malam dapat menyebabkan prediabetes, dan kemungkinan akan menyebabkan diabetes tipe 2
 
“Temuan ini sangat penting, hal ini karena penelitian menunjukkan bahwa kerja pada larut malam dapat menyebabkan prediabetes dan kemungkinan akan mengakibatkan diabetes tipe 2,” tandasnya.Kerja di malam hari tidak saja memengaruhi produktivitas kerja tapi juga kesehatan tubuh. Salah satu gangguan yang mengancam ialah serangan prediabetes.
 
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kerja sampai malam hari dapat menyebabkan impair glucose tolerance (IGT) atau prediabetes yaitu peningkatan kadar gula darah tetapi belum dapat disebut diabetes, namun hal tersebut dapat menjadi pemicu risiko diabetes tipe 2.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa tertinggi adalah 16 persen, lebih tinggi selama satu shift malam dibandingkan dengan satu hari dari jadwal yang disimulasikan siang hari. Dibandingkan dengan simulasi pada siang hari, kadar insulin selama simulasi shift malam adalah 40 sampai 50 persen lebih tinggi pada 80 menit dan 90 menit setelah makan.
 
“Hal ini cukup mengejutkan, dengan hanya perubahan pada satu malam dapat menyebabkan prediabetes dan meningkatkan kadar insulin,” ujar ketua penelitian, Christopher Morris, PhD, seorang peneliti postdoctoral pada Medical Chronobiology Program of the Division of Sleep Medicine di Brigham & Women’s Hospital and Harvard Medical School di Boston yang dikutip Sciencedaily.
 
Lebih lanjut, Morris mengatakan temuan di bawah pengawasan laboratorium yang sangat terkontrol ini sangat penting, karena hasilnya menunjukkan kerja pada larut malam dapat menyebabkan prediabetes, dan kemungkinan akan menyebabkan diabetes tipe 2
 
“Temuan ini sangat penting, hal ini karena penelitian menunjukkan bahwa kerja pada larut malam dapat menyebabkan prediabetes dan kemungkinan akan mengakibatkan diabetes tipe 2,” tandasnya. (kapurnews.com)

Berita Terkini

Minggu, 29 Maret 2020 20:21

Erick Tohir: Sangat Menyakitkan

NASIONAL

Minggu, 29 Maret 2020 18:30

Sudah Dua Orang di Riau Positif Corona, Satu Sembuh

#VIRUSCORONA

Minggu, 29 Maret 2020 17:34

Jabar Persiapan Lockdown

REGIONAL

Minggu, 29 Maret 2020 17:03

Alhamdulillah, Pasien Positif Corona di Riau Dinyatakan Sembuh

#VIRUSCORONA

Minggu, 29 Maret 2020 16:54

Ribuan Orang Mendaftarkan Diri Jadi Relawan Corona

#VIRUSCORONA

Minggu, 29 Maret 2020 16:48

Riau Anggap Belum Perlu Tutup Akses Masuk dan Keluar

REGIONAL

Minggu, 29 Maret 2020 15:27

Jokowi Akan Disalahkan Jika Tidak Karantina Wilayah

NASIONAL