Hal – hal Yang Dapat Merusak Karir

Jumat, 08 Agustus 2014 14:30

BERTUAHPOS.COM, Jenjang karir  yang tinggi dan menepati posisi yang bagus adalah hal yang diimpikan bagi setiap karyawan. Reputasi profesionalitas kalian sangatlah penting dalam kesuksesan karir atau bisnis kalian, tapi terkadang ada hal-hal yang dapat merusak reputasi tersebut. Berikut 10 hal yang dapat merusak karir kalian, seperti dilansir rahasia.com:

1. Berbohong

Baik dalam dunia nyata ataupun dunia kerja, berbohong bukanlah suatu hal yang harus kalian lakukan. Berbohong adalah hal paling utama dan paling mungkin dapat merusak karir kalian.

2. Membuat Komitmen yang Tidak Dapat kalian Tepati

Baca: Sulam Alis, Trend Kecantikan Masa Kini

Seperti yang telah dikatakan di poin nomor 1, Kredibilitas (kualitas kepercayaan) kalian dibangun dengan menunjukkan bahwa kalian dapat menepati apa yang kalian katakan. Tapi jika kalian melakukan hal yang sebaliknya, seperti kalian mengatakan bahwa kalian akan mengirimkan laporan besok dan lupa melakukannya, ini akan merusak kredibilitas kalian dan kalian dianggap tidak dapat dipercaya.

3. Tidak Profesional

Sebenarnya profesional adalah kata yang sangat relatif dan hanya beberapa lingkup dalam profesional yang dapat benar-benar sama untuk semua lingkungan kerja. Di lingkungan kerja dengan pakaian yang formal, tentu kalian juga harus menggunakan pakaian yang formal. Tapi di lingkungan kerja yang santai dan kalian boleh mengenakan apapun, jika kalian menggunakan pakaian yang terlalu formal maka kalian akan dianggap terlalu kaku dan mungkin diberikan label tidak mau beradaptasi.

4. Marah Besar saat Bekerja

Yang kita bicarakan di sini bukanlah marah ringan seperti menceramahi orang, atau me-kritik orang secara ringan, melainkan sampai pada batas kemarahan kalian ditunjukkan secara meledak-ledak dimulai dari caci maki hingga kekerasan.

5. Berbicara Sembarangan di Social Media

Social media dapat merusak karir kalian dalam banyak cara. Tweet atau post status selagi kalian bekerja saja dapat memberikan kalian label sebagai pemalas, apalagi jika isi dari status atau tweet kalian memag dapat merusak karir kalian.

6. Melakukan Pekerjaan yang Tidak kalian Sukai

Sudah pengetahuan umum bahwa semakin baik kalian dalam sesuatu, maka akan semakin sering kalian diminta untuk melakukannya. Tentu saja kalian tidak perlu melakukan suatu pekerjaan yang tidak kalian sukai secara buruk dengan sengaja, tapi kalian dapat membicarakan ke atasan kalian.

7. Keluar Kerja Tanpa ada Pemberitahuan

Kecuali kalian mempunyai alasan yang benar-benar sangat baik, keluar dari pekerjaan kalian tanpa ada pemberitahuan dapat diibaratkan kalian membakar satu-satunya jembatan yang mengubungkan kalian dengan orang yang mempekerjakan kalian, bahkan terkadang juga menyangkut ke rekan kerja kalian. Ketahuilah bahwa jika kalian ingin berhenti kerja dari sebuah perusahaan atau tempat kerja kalian, batas paling baik untuk memberitahukan hal ini ke atasan kalian adalah 2 minggu sebelum pemberhentian kalian.

8. Gagal Dalam Kerjasama Tim

Menjadi bagian dari sebuah tim, apalagi jika tim itu memang berhasil, maka dapat membuat diri kalian mendapatkan peluang karir yang baik. Tetapi jika kalian selalu berpikir “melakukan semuanya sendiri” maka kalian dapat diberikan label bukan orang yang dapat bekerjasama.

9. Tidak Mengikuti Lingkungan Sosial Lingkungan Kerja

Tidak semua orang menyukai kegiatan sosial lingkungan kerja, baik itu gathering ataupun makan bersama, tapi semakin tinggi jabatan kalian dalam karir kalian, maka kalian akan sering diharapkan untuk hadir dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti ini.

10. Bekerja Untuk Keluarga atau Saudara

Dalam dunia kerja, ada istilah nepotisme, yakni sebuah kejadian dimana seseorang dipilih bukan karena kemampuannya melainkan relasinya seperti ia adalah saudara dari si manager, anak si bos dan seterusnya. Orang-orang yang menjadi subjek dari nepotisme ini terkadang tidak dianggap oleh karyawan lainnya karena mereka menganggap orang-orang seperti ini adalah orang yang `curang` dan tidak menggunakan kemampuannya sendiri.(*)