• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menderita Karena Bumbu: VOC, Perusahaan Terkaya di Dunia Karena Rempah

Romi J. by Romi J.
21 Oktober 2020
124
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Bangsa barat bertarung mempertaruhkan nyawa demi memonopoli rempah dari Maluku.

Rempah sendiri, menurut Guru Besar Sejarah Universitas Andalas, Profesor Gusti Asnan, rempah adalah tumbuhan tropis yang kulit, bunga, akar, dan bijinya mengeluarkan rasa dan aroma yang kuat.

Rempah, kata Gusti Asnan, oleh dunia diperlukan sebagai penyegar nafas, pengobatan, dan makanan. Rempah telah menjadi lambang kemakmuran di Eropa, Arab, dan Cina.

Maka tak heran, Belanda dengan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) begitu gigih ingin menguasai Indonesia sebagai penghasil rempah.

Usaha VOC tak sia-sia. Sukses menguasai Indonesia dan memonopoli rempah, VOC bertransformasi menjadi perusahaan terbesar dan terkaya di dunia, bahkan jika dihitung pada zaman modern.

Saking kaya dan besarnya, VOC walau hanya sebuah serikat dagang mendapatkan hak istimewa dari Pemerintah Belanda. Mereka diberi hak mengumumkan perang, mengadakan perjanjian, dan bahkan mencetak mata uang sendiri.

Dikutip dari bisnis.com, pada tahun 1669, VOC mempunyai lebih dari 150 kapal dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja, 10.000 tentara, dan deviden 40 persen.

Nilai perusahaan VOC sendiri adalah sebesar US$ 7,9 triliun. Ini berarti, VOC jauh lebih besar dari Apple yang hanya bernilai US$ 940 miliar, atau Google yang bernilai US$ 300 miliar (per Desember 2019). Yang patut dicatat, VOC hanya berdagang rempah dan hasil alam dari Indonesia.

Meskipun super kaya, namun pada akhirnya VOC hancur, yang salah satu penyebabnya adalah kecurangan dan korupsi.

Disisi lain, VOC harus menghadapi perang melawan kerajaan yang ada di Indonesia, seperti Kerajaan Gowa dan kerajaan lainnya.

Akhirnya, pada 31 Desember 1799, VOC resmi dibubarkan dengan utang sebesar 136,7 juta gulden. Sementara aset yang ditinggalkan adalah gudang, kantor, kapal, dan daerah jajahan yang luas. (bpc4)

Tags: bumbuMalukurempahVOC
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Hasil Riset Hak Tenurial Pesisir Dorong Negeri Liang Susun Perneg
Lingkungan

Hasil Riset Hak Tenurial Pesisir Dorong Negeri Liang Susun Perneg

...

Read moreDetails
Manfaat Saffron

Tahukah Kamu, Saffron Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Dari Mana Akar Masakan Rendang Berasal?

VOC, Perusahaan Terkaya di Dunia Karena Rempah

Catatan Sejarah 31 Desember: Perusahaan Terkaya, VOC Dibubarkan

gempa bumi

Gempa Kuat 5,9 Magnitudo Guncang Maluku Pagi Ini

Next Post

Bertemu PM Jepang, Jokowi Ingin Laut Cina Selatan Damai dan Stabil

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.