VOC, Perusahaan Terkaya di Dunia Karena Rempah

Jumat, 31 Desember 2021 11:41
VOC, Perusahaan Terkaya di Dunia Karena Rempah

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Bangsa barat bertarung mempertaruhkan nyawa demi memonopoli rempah dari Maluku.

Rempah sendiri, menurut Guru Besar Sejarah Universitas Andalas, Profesor Gusti Asnan, rempah adalah tumbuhan tropis yang kulit, bunga, akar, dan bijinya mengeluarkan rasa dan aroma yang kuat.

Rempah, kata Gusti Asnan, oleh dunia diperlukan sebagai penyegar nafas, pengobatan, dan makanan. Rempah telah menjadi lambang kemakmuran di Eropa, Arab, dan Cina.

Maka tak heran, Belanda dengan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) begitu gigih ingin menguasai Indonesia sebagai penghasil rempah.

Baca: Samsung Luncurkan Galaxy Tab S7 FE Sebagai Penyeimbang Galaxy Tab S7 dan Galaxy Tab S7 Plus.

Usaha VOC tak sia-sia. Sukses menguasai Indonesia dan memonopoli rempah, VOC bertransformasi menjadi perusahaan terbesar dan terkaya di dunia, bahkan jika dihitung pada zaman modern.

Saking kaya dan besarnya, VOC walau hanya sebuah serikat dagang mendapatkan hak istimewa dari Pemerintah Belanda. Mereka diberi hak mengumumkan perang, mengadakan perjanjian, dan bahkan mencetak mata uang sendiri.

Dikutip dari bisnis.com, pada tahun 1669, VOC mempunyai lebih dari 150 kapal dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja, 10.000 tentara, dan deviden 40 persen.

Nilai perusahaan VOC sendiri adalah sebesar US$ 7,9 triliun. Ini berarti, VOC jauh lebih besar dari Apple yang hanya bernilai US$ 940 miliar, atau Google yang bernilai US$ 300 miliar (per Desember 2019). Yang patut dicatat, VOC hanya berdagang rempah dan hasil alam dari Indonesia.

Meskipun super kaya, namun pada akhirnya VOC hancur, yang salah satu penyebabnya adalah kecurangan dan korupsi.

Disisi lain, VOC harus menghadapi perang melawan kerajaan yang ada di Indonesia, seperti Kerajaan Gowa dan kerajaan lainnya.

Akhirnya, pada 31 Desember 1799, VOC resmi dibubarkan dengan utang sebesar 136,7 juta gulden. Sementara aset yang ditinggalkan adalah gudang, kantor, kapal, dan daerah jajahan yang luas. (bpc4)

Berita Terkini

Sabtu, 29 Januari 2022 07:18

Khawatir Muncul Stigma Buruk, PBNU Minta Kepala BNPT Buka Identitas Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris Hingga Simpatisan ISIS

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak BNPT membuka identitas 198 pondok pesantren yang diduga terafiliasi kelompok teroris

Sabtu, 29 Januari 2022 06:10

Arini Subianto Janda Terkaya di Indonesia, Ini Sumber Kekayaannya

Arini Saraswati Subianto merupakan satu di antara perempuan terkaya di Indonesia. Harta kekayaan mencapai triliunan Rupiah

Sabtu, 29 Januari 2022 04:09

A Sampai Z Dayana Kazakhstan, Selebgram Dadakan Hingga Diserang Haters dan Akun IG Mendadak Lenyap Saat Kerusuhan Berdarah

Dayana Kazakhstan tersandung masalah. Gadis cantik Kazakhstan itu diserang haters hingga berbuntut gerakan unfollow

Sabtu, 29 Januari 2022 03:32

Andika Kangen Band Kompak Bersama Anaknya, Netizen: Dia Mungkin Gagal Jadi Suami, Tetapi Tidak Gagal Sebagai Ayah

Andika Mahesa mengunggah momen kebersamaan dirinya dengan anak perempuannya, Kirana

Sabtu, 29 Januari 2022 02:07

Wacana Efisiensi Tenaga Honorer, BKD Sebuat Tergantung OPD Masing-masing

Tenaga honorer di pemerintahaan dihapuskan. Ini masih sebatas rencana. Realisasinya di tahun 2023.

Sabtu, 29 Januari 2022 01:02

Punya Budget Rp3 Jutaan, Ini Daftar HP Samsung yang Dilengkapi Fitur NFC

HP Samsung dilengkapi fitur NFC muncul di berbagai segmen. Mulai entry level hingga flagship.

Sabtu, 29 Januari 2022 00:03

HIPMI Minta Pemerintah Kendalikan Impor Baja di Tengah Industri Domestik Perbaiki Kinerja

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) minta pemerintah kendalikan laju impor baja, serta mempertegas kebijakan terkait itu.

Jumat, 28 Januari 2022 23:31

Seorang Lansia di Jepang Tembak 2 Orang Petugas Medis yang Disandera, Begini Kronologinya

Dua dari tiga orang sandera yang merupakan petugas medis tewas. Ketiganya menjadi sandera oleh seorang pria lanjut usia (lansia) di Kota Fujimino

Jumat, 28 Januari 2022 21:55

Pengusaha dari Bali Laporkan Istri ke Polisi, Dugaan Selingkuh Dengan Pria Lain di Medan

seorang pengusaha dari Bali membuat laporan ke Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pengusaha itu melaporkan istrinya sendiri