Bendera Setengah Tiang dan Resesi Ekonomi

Senin, 21 September 2020 10:18
Bendera Setengah Tiang dan Resesi Ekonomi
Ilustrasi

Oleh: M Joni Paslah*

Sejarah pertama kali bendera setengah tiang di dunia berasal dari abad 17 di Britania Raya. Dan terjadi pada tradisi angkatan laut.  Adapun pengibaran bendera setengah tiang di Indonesia sudah diatur dalam UU RI No 24 tahun 2009 pasal 12 nomor 4 hingga 11. Pengibaran serta penurunannya diatur dalam dalam pasal 14 nomor 2 dan 3.  

Advertisement

Dinaikkan apabila presiden dan wakil presiden meninggal dunia. Selama 3 hari berturut-turut di wilayah NKRI dan di semua kantor KBRI di luar negeri. 

Atau pengibaran bendera setengah tiang juga dilakukan pada peringatan G30 S/PKI 30 September, peringatan bom Bali I 12 Oktober, peringatan tsunami Aceh pada 26 Desember, dan pada setiap hari terjadi bencana nasional maupun aksi terorisme. 

Baca: Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan

BACA JUGA:  The New Normal dan Ekologi Bisnis

Harusnya dalam masa pandemi kini negara sudah menyerukan untuk menaikkan bendera setengah tiang.  

Karena hingga pekan ketiga September 2020, dampak pandemi covid-19 sudah mencapai 240.687 kasus, dan sudah memakan korban 9.448 orang yang telah meninggal dunia. 

Sama halnya ketika kudeta besar PKI terhadap rezim Sukarno di tahun 1965, negara Indonesia berkabung berbulan-bulan memperingati gugurnya pahlawan revolusi. Selain dinggap kudeta yang paling besar, Indonesia saat itu tengah dilanda resesi keuangan. 

Belum lagi wabah pandemi telah membawa Indonesia ke jurang resesi ekonomi. Sebagaimana yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani yang mengatakan ekonomi Indonesia hingga akhir 2020 berada di kisaran minus 1,1 hingga 0,2%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kuartal ke dua tahun 2020 tentu akan bergeser jauh dari sasaran. Mengingatkan Indonesia di tahun 1998,  saat Indonesia mengalami krisis ekonomi yang ditandai jatuhnya nilai rupiah dan melonjaknya hutang luar negeri. 

Melihat kondisi ini agaknya bangsa Indonesia saatnya berkabung. Namun tentu tidak sebatas menanti keajaiban langit dari Sang Pencipta. Karena, saat Dia membawa bangsa Indonesia lepas dari penjajahan kolonial di tahun 1945 dulu, termasuk kudeta 65, dan tragedy 98, tak sedikit usaha, darah dan air mata yang tertumpah. 

Akankah Dia yang Maha Pencipta membebaskan bangsa ini dari pandemic? Ya, agaknya bendera setengah tiang sudah pantas dipancang, sembari tetap berusaha sekuat tenaga memperjuangkan diri agar lepas dari pendemi, menuju sehat, dan lepas dari jurang resesi ekonomi. AllAh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.()

 

BACA JUGA:  Indonesia Rentan Ikut 'Jejak' Korsel dan Australia yang Kini Masuk Resesi Ekonomi

*Penulis adalah tim kreator di bertuahpos.com

Berita Terkini

Kamis, 15 April 2021 16:43

Taliban Mundur dari Pembicaraan Damai untuk Afganistan Sebelum Militer AS Hengkang

Pembicaraan damai untuk Afganistan

Kamis, 15 April 2021 16:32

Bengkalis Tanggung 69 Ribu Premi JKN Masyarakat Miskin

Integrasi JKN KIS

Kamis, 15 April 2021 15:08

Pengusaha Ragukan Ekonomi Bisa Pulih Sesuai Keinginan Jokowi

Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 15 April 2021 15:01

Jadwal Berbuka Puasa Hari Ketiga untuk Wilayah Pekanbaru Versi Muhammadiyah

Waktu berbuka Pekanbaru

Kamis, 15 April 2021 14:24

BPS Sebut Impor Kurma Naik Tajam

Permintaan Kurma Meningkat

Kamis, 15 April 2021 13:23

DPRD Riau Kritik Refocusing Anggaran Tak Berdampak Pada Penurunan Covid-19

Angka kasus Covid-19 di Riau meningkat

Kamis, 15 April 2021 12:45

Video: BI Minta Masyarakat Riau Tahan Belanja Saat Lebaran

Pengendalian Inflasi Riau

Kamis, 15 April 2021 11:23

Puasa Tak Halangi Pembentukan Antibodi Vaksin

Puasa Tak Pengaruhi Pembentukan Antibodi Vaksin