#Savekeris Trending Twitter, Ini Kata Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia

Selasa, 04 Agustus 2020 16:19
#Savekeris Trending Twitter, Ini Kata Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia
Keris. (Foto: net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tagar #savekeris sempat trending di twitter Indonesia hari ini, Selasa 4 Agutus 2020.

Penyebabnya adalah sebuah video viral yang menampilkan beberapa pria sedang menghancurkan keris. Keris-keris tersebut dipatahkan dengan gerinda.

Advertisement

Video tersebut kemudian diserta tulisan yang menyatakan tindakan orang dalam video tersebut sudah melecehkan warisan budaya Indonesia. Maka muncullah tagar #savekeris.

Baca: Lama Tak Terdengar Kabarnya, Ian Kasela Dedikasikan Lagu Lawan Corona

Dikutip dari detik.com, video tersebut ternyata video dua tahun lalu. Video tersebut ada di akun youtube Rumah Terapi Yasmina, dengan judul ‘Pemusnahan jimat jimat oleh Team ruqyah Al Anshor(2)’.

Video itu diunggah pada 11 September 2018, yang berlokasikan di Kemiling Permai, Lampung.

Keris-keris ini dimusnahkan karena dianggap keramat yang mengarah kepada kesyirikan. Disebutkan juga bahwa pemilik keris sudah setuju keris mereka dimusnahkan.

Namun, narasinya kemudian menimbulkan tagar #savekeris.

Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Fadli Zon menolak keras jika keris adalah barang klenik. Dia mengatakan keris adalah budaya Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) pada tahun 2008.

Menanggapi video tersebut dan narasinya, Fadli Zon mengatakan seperti ada usaha membenturkan keris dengan agama tertentu. “Kelihatannya ada adu domba budaya dengan Islam. Ini tidak benar,” kata dia.

Dikatakan Fadli Zon, para pahlawan nasional di masa lalu juga menggunakan keris.

“Pahlawan yang berperang menggunakan keris. Sebut saja Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dan Teuku Umar,” kata dia.

Dilanjutkan Fadli Zon, keris jangan dibenturkan dengan agama tertentu. Keris, kata dia, adalah budaya Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Malaysia, Thailand, dan Filipina. (bpc4)