Apakah Politik Luar Negeri Indonesia Tidak Pro Islam?

Rabu, 30 September 2020 07:20
Apakah Politik Luar Negeri Indonesia Tidak Pro Islam?

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Bagaimana politik luar negeri Indonesia dalam kaitannya dengan politik islam kini? Massa Islam dianggap masih sangat kuat, tapi legal formal kekuasaan Islam dikebiri terus sejak orde baru. 

Kalau di masa Orde Baru, ketika keluarnya UU anti subversive — sekarang ada UU terorisme — Islam ‘dicurigai’. 

Advertisement

Bahkan kementrian yang seharusnya merepresentasikan Islam (Kementrian Agama), tidak mewakili. 

Padahal, dari dulu islam tidak pernah kontra pada Pancasila, tapi dibuat kontra. “Hal ini cenderung mempengaruhi politik luar negeri Indonesia,” kata  pengamat politik internasional Universitas Riau Dr Mhd Saeri, MHum.

Baca: Amitabh Bachchan Sembuh dari Corona

Model kekuasaan otoritarian oligarki akan mempercepat itu. Nah, ke depan bagaimana komponen internal bangsa agaknya membentuk political interplay, siapa dan apa saja kekuatan yang bermain?

Landasan Polugri Pancasila;  Palestina wajib dibela?

‘Mana lebih bagus aqidah Islam dengan Pancasila?’ menurut Saeri, pertanyaan ini sudah ‘membunuh’. Secara aqidah Islam tidak mempersoalkan, dan Pancasila bukan aqidah. 

Tuntutan Islam di Indoenasia hanya satu. Biarkan  Islam ‘berkreasi’. “Negera harus mampu melihat bahwa islam tidak meminta Islam jadi landasan politik luar negeri,” sambungnya.

Justru, masyarakat Islam mengharapkan Pancasila menjadi landasan polugri. Lalu pertanyaannya, kalau begitu Palestina perlu dibela? 

”Mestinya diplomasi Indonesia bagaimana memainkan peran diplomasi itu. Apalagi cita-cita Pancasila mewujudkan perdamaian dunia”, tambahnya.

Polugri Haluan China

Mungkinkah kerjasama dengan Cina tak ada kepentingan ideology?. “Yang kita khawatirkan Cina meminta ruang bangkitnya komunisme di indonesia. Itu bisa terjadi sebagai syarat kerjasama dukungan politik dan diplomasi China kuat. Sebagaiman tuntutan barat dulu, meminta Indonesia liberal,” sambungnya.

Sehingga, kekuatan politik dalam negeri berideologi sama, bersemi lagi. Orang yang anti Islam tentu banyak berperan. Di antaranya kekuatan komunis, atau liberalis era orde lama dan orde baru. 

“Apakah presiden kita sekarang punya kekuatan mumpuni menangkis kekuatan yang jauh lebih lama dari pada dia? Ini yang kita khawatirkan,” ungkap Saeri. “Tak sebatas itu, tapi juga dana cash, yang dibutuhkan pemerintah untuk pembangunan juga akan membuat resah,” ungkapnya. (bpc5)

Berita Terkini

Rabu, 28 Oktober 2020 18:10

STISIP Persada Bunda Jalani Asesmen Lapangan oleh BAN PT Secara Daring

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan asesmen lapangan (AL) secara daring terhadap Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisip)…

Rabu, 28 Oktober 2020 14:46

Menghentikan Ancaman Hidrometeorologi, Cabut Izin Korporasi Perusak Hutan

#hutan #Hidrometeorologi

Rabu, 28 Oktober 2020 14:22

UMP Riau Sudah Ditetapkan

#ump #upah

Rabu, 28 Oktober 2020 14:13

Sri Mulyani: Pemda Akan Disuntik Insentif

#srimulyani #keuangan

Rabu, 28 Oktober 2020 14:01

Hati-hati Munafik Beribadah Kepada Allah

ISLAMPEDIA