Mahathir Mohammad Sebut Emmanuel Macron Primitif

Jumat, 30 Oktober 2020 15:28
Mahathir Mohammad Sebut Emmanuel Macron Primitif
Mahathir Mohamad. (Net)

BERTUAHPOS.COM — Melalui akun Twitternya, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan ‘Muslim punya hak membunuh jutaan orang Prancis’ atas pembantaian di masa lalu. Pernyataan ini dilontarkan Mahathir sebagai sikapnya terhadap seorang pria bersenjata pisau melancarkan serangan mematikan di kota Nice, Prancis.

Tiga orang tewas dalam serangan di sebuah gereja di kota Nice, Prancis selatan pada 29 Oktober2020 pagi waktu setempat. Seperti diberitakan AFP, tak lama setelah peristiwa itu, Mahathir memposting pernyataan di Twitter.

Advertisement

Merujuk pada pemenggalan kepala seorang guru Prancis yang memperlihatkan kartun Nabi Muhamad kepada murid-muridnya, Mahathir mengatakan dia tidak menyetujui serangan itu, tetapi kebebasan berekspresi tidak termasuk ‘menghina orang lain’.

“Terlepas dari agama yang dianut, orang-orang yang marah membunuh,” tulis pria berusia 95 tahun itu. “Prancis dalam perjalanan sejarahnya telah membunuh jutaan orang. Banyak di antaranya adalah Muslim. Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu,” kata Mahathir.

Baca: 23 Tewas Karena Ledakan Bom Bunuh Diri di Afghanistan

“Pada umumnya Muslim belum menerapkan hukum ‘mata ganti mata’. Muslim tidak. Orang Prancis juga tidak seharusnya,” ujarnya. Dia juga menyindir Presiden Prancis Emmanuel Macron yang ‘tidak menunjukkan bahwa dia beradab’, seraya menambahkan bahwa dia ‘sangat primitif..

“Prancis harus mengajari orang-orangnya untuk menghargai perasaan orang lain. Karena Anda telah menyalahkan semua Muslim dan agama Muslim atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang marah, maka Muslim berhak menghukum orang Prancis,” ujar Mahathir. Mahathir tidak merujuk langsung ke serangan di Nice. (bpc2)