• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mahathir Mohammad Sebut Emmanuel Macron Primitif

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
30 Oktober 2020
mahathir mohamad

Mahathir Mohamad. (Net)

108
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Melalui akun Twitternya, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan ‘Muslim punya hak membunuh jutaan orang Prancis’ atas pembantaian di masa lalu. Pernyataan ini dilontarkan Mahathir sebagai sikapnya terhadap seorang pria bersenjata pisau melancarkan serangan mematikan di kota Nice, Prancis.

Tiga orang tewas dalam serangan di sebuah gereja di kota Nice, Prancis selatan pada 29 Oktober2020 pagi waktu setempat. Seperti diberitakan AFP, tak lama setelah peristiwa itu, Mahathir memposting pernyataan di Twitter.

Merujuk pada pemenggalan kepala seorang guru Prancis yang memperlihatkan kartun Nabi Muhamad kepada murid-muridnya, Mahathir mengatakan dia tidak menyetujui serangan itu, tetapi kebebasan berekspresi tidak termasuk ‘menghina orang lain’.

“Terlepas dari agama yang dianut, orang-orang yang marah membunuh,” tulis pria berusia 95 tahun itu. “Prancis dalam perjalanan sejarahnya telah membunuh jutaan orang. Banyak di antaranya adalah Muslim. Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu,” kata Mahathir.

“Pada umumnya Muslim belum menerapkan hukum ‘mata ganti mata’. Muslim tidak. Orang Prancis juga tidak seharusnya,” ujarnya. Dia juga menyindir Presiden Prancis Emmanuel Macron yang ‘tidak menunjukkan bahwa dia beradab’, seraya menambahkan bahwa dia ‘sangat primitif..

“Prancis harus mengajari orang-orangnya untuk menghargai perasaan orang lain. Karena Anda telah menyalahkan semua Muslim dan agama Muslim atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang marah, maka Muslim berhak menghukum orang Prancis,” ujar Mahathir. Mahathir tidak merujuk langsung ke serangan di Nice. (bpc2)

Tags: mahathir mohamadPrancis
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Mahathir Mohamad kasus korupsi
Internasional

Mahathir Mohamad dan Putranya Diperiksa KPK Malaysia dalam Kasus Dugaan Korupsi

...

Read moreDetails
Mahathir Mohamad Kepulauan Riau

Soal Klaim Mahathir Mohamad Singapura dan Kepulauan Riau Bagian dari Malaysia

Prancis Negara yang Menyuplai Senjata Terbesar untuk Rusia

Pelecehan Seksual Pada anak

Ratusan Ribu Anak Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Gereja Katolik di Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Macron Sebut Sejarah Aljazair Penuh Kebencian Terhadap Prancis, Berujung Penarikan Dubes

Prancis Tuduh Australia dan AS Bohong

Next Post

Libur Panjang, Polsek Tampan Fokuskan Pengamanan Pusat Perbelanjaan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.