Komedian Turki Terancam Penjara Usai Kritik Erdogan

Minggu, 28 Februari 2021 19:19
Komedian Turki Terancam Penjara Usai Kritik Erdogan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Dua komedian Turki terancam dipenjara setelah materi lawakan yang mereka bawakan bernada mengkritik tajam Presiden Recep Tayyib Erdogan.

Kedua pelawak itu adalah Mujdat Gezen dan rekannya Metin Akpinar saat mereka berkomentar di salah satu stasiun televisi seperti dikutip AFP. 

Advertisement

“Lihat Recep Tayyip Erdogan, Anda tidak dapat menguji patriotisme kami. Ketahuilah tempat Anda,” ujar Gezen saat siaran berlangsung.

Sedangkan Akpinar melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa, “seorang pemimpin bisa digantung atau diracuni seandainya Turki bukan sebuah negara demokratis.”

Baca: Ada Mumi Berusia 1000 Tahun Dalam Patung Budha

Ungkapan keduanya tentu saja sangat berisiko. Apalagi negara ini belum pulih benar dari represi besar-besaran Erdogan setelah selamat dari kudeta gagal 2016 lalu.

Namun, penjara bukan tempat yang asing buat Gezen. Ia sempat menyicip penjara saat kudeta 1980 silam. Selama 20 hari ia menghabiskan waktu di penjara ketika junta militer menggulingkan pemerintah sipil Turki pada puncak Perang Dingin 1980.

“Saya dirantai saat dibawa dari penjara ke pengadilan dengan sekelompok 50 penjahat, termasuk pembunuh dan penyelundup,” kenangnya.

Pengadilan saat itu membebaskannya. Namun dia tak tahu apa nasib baik akan kembali berpihak padanya pada 1, Maret 2021.  Jaksa penuntut umum ingin menjebloskan dua selebriti ini ke penjara selama 4,8 tahun.

Mengutip CNNIndonesia.com, sejak lama Gezen memang dikenal dengan kritik-kritiknya dan parodi kepada politisi seolah tidak pernah takut akan masuk penjara.

Namun memang dia hal itu membuatnya menjadi populer, bahkan dia sempat ditunjuk menjadi duta niat baik untuk dana bantuan anak-anak UNICEF tahun 2007. 

Tradisi seniman Turki memang serba blak-blakan. Ia khawatir tradisi ini bakal layu di bawah pemerintah Erdogan. “Kami sekarang memiliki swasensor. Tapi yang lebih menyakitkan bagi saya adalah (beberapa artis) lebih suka apolitis,” katanya.

“Presiden telah mengatakan bagaimana dia mengharapkan seniman berperilaku. Tapi tidak mungkin presiden suatu negara yang memutuskan hal ini. Senimanlah yang harus memutuskan.”

(bpc2)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19