• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Erdogan ‘Teriak’ ke AS dan ‘Sentil’ NATO: Aliansi Macam Apa Ini?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Desember 2020
presiden turki erdogan, turki sosial media

Presiden Turki Erdogan. (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merespon keras terhadap sanksi Amerika Serikat [AS] terhadap Ankara atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. 

Dia menganggap bahwa hal itu sebagai ‘serangan’ terhadap kedaulatan negara yang juga ditujukan ke Turki yang juga anggota NATO. 

Turki dan AS merupakan sama-sama anggota aliansi Pertahanan Atlantik Utara.

“Sanksi dijatuhkan pada negara kami, anggota NATO. Aliansi macam apa ini?” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi di Ankara.

“Keputusan ini merupakan serangan terbuka terhadap kedaulatan kami,” ujarnya dikutip dari AFP.

AS menjatuhkan sanksi kepada badan pengadaan militer Turki pada Senin sebagai hukuman karena mereka melanjutkan pembelian sistem rudal S-400 buatan Rusia.

Turki nekat tetap melakukan pembelian meski AS berulangkali mengeluarkan kecaman dan peringatan sanksi, sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis, 17 Desember 2020.

Turki dijerat sanksi AS berdasarkan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Aturan itu dibuat khusus untuk menjatuhkan sanksi kepada negara yang mempunyai kerja sama pertahanan atau ekonomi dengan musuh AS seperti Rusia, Iran serta Korea Utara.

Lewat sanksi tersebut, Washington melarang semua lisensi ekspor AS dan kredit pinjaman untuk badan pengadaan militer Ankara. 

AS juga membatasi visa pemimpin badan itu, Ismail Demir dan membekukan asetnya.

Sanksi itu memang lebih ringan dari perkiraan, tetapi Erdogan mencatat bahwa sanksi itu belum pernah diterapkan sebelumnya terhadap sesama anggota NATO.

Washington juga telah menghukum Ankara pada Juli lalu dengan melarangnya mengembangkan suku cadang dan memperoleh jet tempur F-35 generasi berikutnya dari Amerika.

Departemen Luar Negeri menegaskan sanksi itu bukan untuk merusak kemampuan militer atau kesiapan tempur Turki, melainkan untuk membebankan Rusia dalam menanggapi berbagai kegiatan jahatnya.

Pembelian S-400 memang menjadi polemik dalam hubungan AS dan Turki. 

Pejabat AS menganggap pembelian sistem pertahanan rudal ini ‘sangat problematik’ karena dapat berdampak pada program kerja sama kedua negara.

AS dan negara-negara anggota NATO khawatir sistem radar dalam S-400 dapat melacak jet F-35 sehingga nantinya akan sulit menghindari senjata Rusia.

Namun, Turki menganggap klaim AS bahwa sistem S-400 akan membahayakan sistem NATO tidak berdasar.

(bpc2)

Tags: ASErdoganNATOpresiden turkiRusia
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh
Internasional

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

...

Read moreDetails
Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

PBB Masukkan Israel dan Rusia ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual dalam Konflik

PBB Masukkan Israel dan Rusia ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual dalam Konflik

Kanada Invenstasi Rp10,5 Triliun untuk Jaga Arktik dari Rusia dan China

Kanada Invenstasi Rp10,5 Triliun untuk Jaga Arktik dari Rusia dan China

Trump Menyerah? Dia Setuju Serahkan Ukraina ke Rusia demi Berakhirnya Perang

Trump Menyerah? Dia Setuju Serahkan Ukraina ke Rusia demi Berakhirnya Perang

kru kapal rusia tenggelam di bengkalis

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Warga Rusia yang Hilang di Selat Malaka

Next Post
Fadli Zon

Fadli Zon: Harusnya Jokowi Bentuk TGPF, Kenapa Ini Diskriminatif

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.