Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Inggris didesak ‘Stop Jual Senjata ke Saudi’

Sabtu, 27 Februari 2021 14:31
Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Inggris didesak ‘Stop Jual Senjata ke Saudi’
Senjata api.

BERTUAHPOS.COM — Ada banyak tudingan yang muncul buntut pembunuhan terhadap jurnalis Khashoggi oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Salah satunya Inggris didesak hentikan penjualan senjata tak terbatas ke Arab Saudi. 

Badan amal, kelompok hak-hak sipil dan pihak-pihak terkait lainnya mengatakan, apa yang diungkap oleh intelijen AS membuat hubungan Inggris yang secara tradisional dekat dengan Riyadh menjadi berada di bawah tekanan. 

Advertisement

Badan bantuan Oxfam menilai bahwa Inggris harus menanggapi pendekatan yang semakin tegas seperti yang diambil pemerintahan Joe Biden. 

Biden mengatakan, bakal menghentikan penjualan senjata ke Riyadh yang dapat digunakan dalam perang berkepanjangan di Yaman.

Baca: Dianggap Ganggu Konsentrasi, Sekolah di Bangladesh Bakar Ponsel Siswa

BACA JUGA:  Saudi Laporkan Orang yang Disuntik Vaksin Aman, Ada 400 Ribu yang Daftar untuk Vaksinasi

Guardian melaporkan, Direktur Oxfam di Yaman Muhsin Siddiquey mendesak pemerintah Inggris untuk melakukan hal yang sama dengan AS untuk menghentikan penjualan senjatanya ke Saudi yang memicu konflik di Yaman. 

“Lebih dari 12 ribu nyawa warga sipil telah hilang sejak dimulainya perang dengan kekejaman di semua sisi,” katanya.

“Kami membutuhkan gencatan senjata segera untuk memastikan tidak ada lagi orang Yaman yang tidak bersalah yang terbunuh dan bahwa badan-badan kemanusiaan memiliki akses yang aman untuk memberikan dukungan yang mereka butuhkan,” ujar Siddiquey, dikutip Sabtu, 27 Februari 2021.

Tobias Ellwood yang menjabat sebagai Ketua Konservatif — dari komite pemilihan pertahanan Inggris — juga menyerukan agar Inggris mengikuti AS dalam menghentikan penjualan senjata terkait Yaman. 

“Laporan CIA tidak ambigu dalam kesimpulannya dan ini pasti akan memalukan bagi negara yang lebih luas,” ujarnya.

Juli lalu, Inggris menjatuhkan sanksi ekonomi kepada 20 orang yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. 

Namun, sama seperti dengan AS, pada Jumat, Inggris telah menahan diri untuk tidak menargetkan putra mahkota secara pribadi.

Namun Inggris sebaliknya mempertahankan hubungan diplomatik dan militer yang erat dengan Riyadh — pengekspor senjata terbesar kedua ke negara itu setelah AS. 

Ketika penjualan senjata yang dapat digunakan dalam konflik Yaman dimulai kembali oleh Inggris musim panas lalu, setelah pengadilan memberlakukan peninjauan, terungkap bahwa bom, rudal, dan senjata lain senilai 1,4 miliar poundsterling telah diekspor ke negara Teluk tersebut.

Open Society Justice Initiative — kelompok AS — mengatakan Inggris dan sekutu utamanya harus bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi pada bin Salman dan menangguhkan semua penjualan senjata ke Arab Saudi. (bpc2)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19