Bisnis AS Porak Poranda Akibat Badai Musim Dingin

Kamis, 18 Februari 2021 09:55
Bisnis AS Porak Poranda Akibat Badai Musim Dingin
Amerika Serikat.

BERTUAHPOS.COM — Bisnis di Amerika Serikat (AS) porak poranda akibat badai musim dingin. Banyak sektor bisnis yang jatuh di tengah upaya untuk bangkit akibat pandemi.

Bukan cuma produksi minyak yang terpukul karena penutupan paksa kilang di Texas, AS, tetapi juga bisnis berskala kecil atau UKM, sektor ritel, hingga penerbangan.

Advertisement

Diketahui, Departemen Energi AS melaporkan bahwa 19% dari kapasitas penyulingan minyak negara terdampak badai cuaca dingin, termasuk 7 persen produksi gas cair alam.

Akibatnya, pemadaman listrik meluas mengakibatkan jutaan penduduk menghadapi cuaca dingin tanpa listrik selama tiga hari. Paling sedikit 26 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Baca: AS Yakin China Melakukan Genosida dan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Muslim Uighur

BACA JUGA:  Penusukan Syekh Ali Jaber Disorot Dunia Internasional

Mengutip CNN Business, Kamis (18/2), Walmart, salah satu pengecer terbesar di AS, menutup 500 jaringan toko mereka sejak Selasa (16/2). Keesokan harinya, 300 toko kembali ditutup.

Lalu, industri penerbangan yang sudah babak belur sejak awal pandemi covid-19, menghadapi ribuan pembatalan terbang, terutama di bagian selatan dan midwest AS.

Tak ketinggalan, sejumlah sektor industri yang terkena pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem juga terpaksa menghentikan operasional mereka karena tidak ada daya dan kekurangan gas alam cair.

“Biasanya, dengan badai musim dingin seperti ini, orang-orang akan mengatakan kehilangan aktivitas ekonomi. Masalahnya, Anda tidak dapat menutup bisnis yang memang sudah ditutup (karena pandemi),” ungkap Kepala Ekonom Moody’s Mark Zandi.

Kerugian akibat badai musim dingin diprediksi mencapai miliaran dolar AS. Ini sekaligus menegaskan bahwa badai adalah peringatan lain yang menjadi hambatan pemulihan ekonomi pada tahun-tahun mendatang. “Kami tidak bicara miliaran, tetapi mungkin puluhan atau ratusan miliar dolar AS,” katanya.

Zandi merinci produsen mobil, seperti General Motors, Toyota, Stellantis atau dikenal sebelumnya Fiat Chrysler, telah menghentikan operasi mereka. Disusul, Nissan, Ford. Penghentian operasi karena pabrik-pabrik ini kekurangan gas alam cair. (bpc)

Berita Terkini

Rabu, 03 Maret 2021 13:01

Muhammadiyah Minta Pemerintah Lebih Sensitif Nilai Agama dalam Mengambil Kebijakan

Muhammadiyah meminta pemerintah lebih sensitif dengan masalah ahklak, norma sosial, dan nilai-nilai agama

Rabu, 03 Maret 2021 12:30

Gelagat Golkar dan NasDem Berkoalisi, Ini Komentar PDIP

Gelagat koalisi sudah ditunjukkan oleh Partai Golkar dan NasDem sebagai langkah persiapan untuk menghadapi kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Rabu, 03 Maret 2021 12:01

Perhatikan Lagi, Ini Lima Level Kekhusu’an Shalat Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Dari takbir hingga salam, hanya mengkhayal, jadi tak ada pahala di shalatnya

Rabu, 03 Maret 2021 11:39

Penggunaan QRIS di Riau Tembus 118 Ribu Marchent

QRIS yang diinisiasi oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah berjalan di semua perbankan.

Rabu, 03 Maret 2021 11:01

Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tak Alergi Kritik

Selama kritikan tersebut rasional

Rabu, 03 Maret 2021 10:47

Harga CPO Topang Kenaikan TBS Sawit di Riau Pekan Ini

Harga minyak dunia ikut menopang harga CPO hingga berimbas pada kenaikan harga TBS sawit di Riau.

Rabu, 03 Maret 2021 10:35

Muhammadiyah Apresiasi Pencabutan Lampiran Perpres Miras oleh Presiden Jokowi

Pencabutan ini adalah bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat

Rabu, 03 Maret 2021 10:27

Butut Dugaan Pelecehan Selebgram, Karyawan Kopi Kenangan Dirumahkan

Kasus dugaan pelecehan karyawan Kopi Kenangan Terhadap seorang selebgram.

Rabu, 03 Maret 2021 09:55

Apa Maksud Mahfud tak Ada Masalah dengan UU ITE?

“Saya sendiri melihat kalau undang-undangnya sih tidak bermasalah sih.”

Rabu, 03 Maret 2021 09:52

Man City 15 Poin Diatas MU, Pep: Kami Harus Tetap Tenang

Man City belum juara. Mahkota juara masih dipegang Liverpool