AS Dikabarkan Akan Jual Senjata Canggih ke Taiwan

Selasa, 13 Oktober 2020 11:15
AS Dikabarkan Akan Jual Senjata Canggih ke Taiwan

BERTUAHPOS.COM Amerika Serikat dikabarkan akan menjual senjata canggih ke Taiwan. Sumber-sumber yang mengetahui situasi tersebut telah mengkonfirmasi soal rencana penjualan senjata ini. “Bahwa dalam beberapa hari ini telah mengirimkan pemberitahuan tentang kesepakatan tersebut ke Kongres untuk persetujuan (penjualan senjata),” ujar sumber itu.

AS menjelang Pemilihan Presiden, kemungkinan akan kembali membuat China geram. Sebab China menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang telah berjanji untuk bersatu kembali dengan China, ‘dengan kekerasan, jika perlu’, seperti dikutip dari Republika.co.id.

Advertisement

Menurut sumber-sumber tersebut, para pemimpin Senat Hubungan Luar Negeri dan komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan telah diinfokan bahwa tiga dari penjualan senjata yang direncanakan telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS yang mengawasi Penjualan Militer Asing.

Dilaporkan, pemberitahuan informal itu adalah untuk peluncur roket berbasis truk yang dibuat oleh Lockheed Martin Corp yang disebut Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), rudal udara-ke-darat jarak jauh yang dibuat oleh Boeing Co disebut SLAM-ER, dan polong sensor eksternal untuk Jet F-16 yang memungkinkan transmisi citra dan data real-time dari pesawat kembali ke stasiun darat.

Baca: Hari Raya, Singapura Tutup Semua Masjid

“Pemberitahuan untuk penjualan sistem persenjataan lain, termasuk drone udara besar dan canggih, rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat, dan ranjau bawah air untuk mencegah pendaratan amfibi belum mencapai Capitol Hill, tetapi ini diharapkan segera,” kata sumber itu.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan tidak dapat mengomentari hal itu. “Sebagai masalah kebijakan, AS tidak mengonfirmasi atau mengomentari penjualan atau transfer pertahanan yang diusulkan sampai mereka secara resmi diberitahukan kepada Kongres,” kata pernyataan Deplu AS. (bpc2)