Catatan Sejarah 16 Desember, Gie: Mari Sini Sayangku!

Senin, 16 Desember 2019 09:26
Catatan Sejarah 16 Desember, Gie: Mari Sini Sayangku!

“Mari Sini Sayangku

….

Advertisement

….

Kita tak pernah menanam apa-apa
Kita tak pernah kehilangan apa-apa”

Baca: Miliki Performa Tinggi, 2 Klub Toastmaster RAPP Berhasil Raih Penghargaan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat itu, adalah pertama kalinya bagi Mahasiswa Pecinta Alam dari Universitas Indonesia mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru.

Saat itu, Soe Hok Gie masih sempat bercanda dengan rekan seperjuangannya, Rudy Hutapea.

“Gie (panggilan Soe Hok Gie) bilang, /gue titip janda-janda gue di Jakarta ya/ kata dia. Padahal, Gie itu orang yang tak berani pada cewek. Namun, itulah candaannya,” kenang salah satu rekan Gie, Rudy Badil.

Tak disangka, itulah candaan terakhir Gie soal jandanya. Karena, saat mendaki Semeru, Gie menghirup gas beracun dan meninggal dunia pada 16 Desember 1969.

Saat itu, Gie memimpin teman-temannya sedang bergerak ke puncak. Namun, cuaca sangat berkabut, dan gas beracun tercium menyesakkan dada.

“Kami segera memutuskan turun, namun Gie tiba-tiba kejang dan tak bergerak. Dia meninggal dunia,” tambah Rudy.

Gie sendiri sampai saat ini masih diakui sebagai legenda aktivis di Indonesia. Gie sangat menentang politik, yang menganggapnya kotor layaknya lumpur. Gie juga tak segan mengkritik Presiden Soekarno.

Semasa hidupnya, Gie telah menulis sejumlah puisi, yang diantaranya berjudul “Mari Sini, Sayangku”. Sampai saat ini, puisi-puisi Gie masih terus dibaca dan diakui sebagai puisinya Mahasiswa Pecinta Alam. (bpc2)