• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 4, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Masharo Aoki, Pejuang Indonesia dari Jepang

Romi J. by Romi J.
5 September 2020
Masharo Aoki
138
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pasukan Masharo Aoki disergap dan ditawan pasukan republik pada tahun 1946 di daerah Majalaya. Karena perlakuan baik pasukan republik, Masharo Aoki menyatakan masuk Islam dan berganti nama menjadi Abu Bakar.

40 tentara Jepang dan Korea dibawah Abu Bakar lainnya juga bergabungnya. Abu Bakar kemudian membagi pasukannya menjadi instruktur dan komandan seksi, sesuai keahlian masing-masing.

Dalam perjuangannya, Abu Bakar dan pasukannya seringkali melakukan penghadangan dan penyergapan kepada pasukan Belanda. Tak jarang pula, dilakukan penyerangan pos-pos militer Belanda.

Tahun 1947, Abu Bakar mendapat laporan ada rencana Belanda yang ingin menyerang Garut. Pasukan Abu Bakar kemudian melakukan pencegahan dengan menghancurkan jembatan penghubung ke Garut, sehingga tak bisa dilewati pasukan Belanda.

Aksi Abu Bakar dan pasukan eks Jepang ini memicu kemarahan militer Belanda. Suatu pasukan buru sergap dibawah pimpinan Letnan Kolonel PW van Duin kemudian dibentuk untuk memburu Abu Bakar.

Awal Februari 1948, sesuai perjanjian Renville, Divisi Siliwangi harus meninggalkan Jawa Barat, dan hijrah ke wilayah Republik di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Namun, pasukan Abu Bakar tetap tinggal di Jawa Barat. Mereka kemudian bermarkas di Desa Parentas, perbatasan Garut dan Tasikmalaya.

Senin, 25 Oktober 1948, Abu Bakar dan beberapa orang kepercayaannya tengah melakukan rapat mengenai penyusupan pasukan dan strategi perlawan DI/TII. Dua orang pejuang asal Korea berjaga-jaga diluar.

Rapat berlangsung hingga tengah malam, 26 Agustus 1948. Pukul 01.30, tiba-tiba pasukan buru sergap Letnan Kolonel PW van Duin mendobrak pintu setelah melumpuhkan penjaga. Abu Bakar tak sempat melakukan perlawanan, dan langsung ditawan Belanda.

Februari 1949, Abu Bakar dijatuhi hukuman mati oleh Belanda. Dia kemudian dipindahkan kembali ke Garut.

Sabtu, 21 Mei 1949, hukuman mati terhadap Abu Bakar dilaksanakan. Abu Bakar dibawa ke pinggri sungai Cimanuk, dan ditembak mati. Jenazahnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Pasirpogor, sebelum pada 1975 dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Garut, dikutip dari historia.id. (bpc4)

Tags: IndonesiaJepangpejuang
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Daftar Mobil Listrik Murah di Indonesia 2026, Pilihan Terbaik Harga di Bawah Rp300 Juta
Otomotif

Daftar Mobil Listrik Murah di Indonesia 2026, Pilihan Terbaik Harga di Bawah Rp300 Juta

...

Read moreDetails
Belum Rilis di Indonesia, Intip Spesifikasi SUV Hybrid Premium Denza B8

Belum Rilis di Indonesia, Intip Spesifikasi SUV Hybrid Premium Denza B8

Biaya Visa Jepang Naik Lima Kali Lipat, E-Paspor Tetap Bebas

Biaya Visa Jepang Naik Lima Kali Lipat, E-Paspor Tetap Bebas

Gempa Jepang Tewaskan 13 Orang, PM Umumkan Darurat Penyelamatan

Gempa Jepang Tewaskan 13 Orang, PM Umumkan Darurat Penyelamatan

Kasus Bunuh Diri Siswa Melonjak, Pemerintah Jepang Kelimpungan

Kasus Bunuh Diri Siswa Melonjak, Pemerintah Jepang Kelimpungan

Indonesia-Jepang Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kesepakatan Energi Nuklir Sipil

Indonesia-Jepang Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kesepakatan Energi Nuklir Sipil

Next Post
Sertifikasi penceramah

MUI Riau Sebut Program Sertifikasi Penceramah Kemenag Tak Wajar dan Berlebihan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.