Kapan, dan Mengapa NU Didirikan?

Sabtu, 25 Desember 2021 05:38
Kapan, dan Mengapa NU Didirikan?

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada periode tahun 1920-an, terjadi pertentangan tajam antara kaum Islam tradisionalis dan kaum Islam modernis.

Harry Jindric Benda dalam bukunya The Crescent and The Rising Sun (1938) menuliskan pertentangan tajam ini disebabkan oleh kaum modernis yang mempertanyakan kompetensi kyai dalam memutuskan hal-hal yang bersifat doktrinal dan keagamaan. Mereka juga mempertanyakan budaya santri berbeda dengan kyai.

Lebih lanjut, Benda menuliskan organisasi kaum modernis telah mengancam basis ekonomi pondok pesantren dan kyai pengasuhnya. Kaum modernis berhasil menggaet para tuan tanah dan pedagang kaya, yang sebelumnya merupakan pendukung keuangan para kyai.

Hal ini dianggap para kyai sebagai ancaman yang menjauhkan para kyai dari umat yang dipimpinnya.

Baca: Fadli Zon: Belanda Tak Mengakui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Penulis lain, Greg Fealy dalam Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967 (2003) menuliskan dalam Kongres al-Islam pada tahun 1922, yang terjadi malah saling hujat antara kaum tradisionalis dan kaum modernis. Padahal, kongres ini dihadiri organisasi besar Islam.

Kaum modernis menuduh kaum tradisionalis dengan tuduhan musyrik. Kaum tradisionalis menuduh kaum modernis dengan tuduhan kafir. Kaum tradisionalis walk out dari kongres dan menyimpan kecurigaan kuat terhadap kaum modernis. Kaum tradisionalis juga menolak menghadiri kongres selanjutnya.

Tahun 1926, dengan berkuasanya Ibnu Saud di Arab Saudi, pertentangan dua kaum ini semakin memuncak. Kaum modernis menyambut baik berkuasa Ibnu Saud yang menganut aliran Wahabi. Namun, kaum tradisionalis khawatir Ibnu Saud akan membatasi ritual dan praktik Mazhab Syafi’i.

Kaum tradisionalis semakin merasa ditinggalkan, karena kaum modernis tidak mendukung usulan mereka untuk mendesak Ibnu Saud menjamin kebebasan cara beribadah semua golongan muslim di Mekkah. Kaum tradisionalis juga kecewa saat kaum modernis tak mencantumkan mereka dalam delegasi Hindia Belanda dalam Muktamar Dunia Islam di Hijaz.

Dari sini, kaum tradisionalis meyakini bahwa mereka membutuhkan suatu utusan sendiri untuk menyampaikan pendapat mereka. Wahab Hasbullah, atas persetujuan KH Hasyim Asy’ari kemudian mengundang ulama ke Surabaya di akhir Januari 1926.

Tujuan mereka adalah untuk mengirimkan delegasi ke Muktamar Dunia Islam di Hijaz, yang akan menyampaikan pandangan kaum tradisionalis. Sebagai perwakilan Islam tradisional, didbentuk Nahdlatul Ulama sebagai wadahnya.

Maka, pada 31 Januari 1926, berdirilah Nahdlatul Ulama (NU), dengan KH Hasyim Asy’ari sebagai pemimpin dengan gelar Rais Akbar, dikutip dari Tirto.id. (bpc4)

Berita Terkini

Selasa, 25 Januari 2022 12:33

Kado Spesial Awal Tahun, Rifan Financindo Kembali Menjadi Juara Pialang Teraktif

PT Rifan Financindo Berjangka mendapat kado spesial di awal tahun 2022 dengan menerima pengumuman bahwa kembali meraih posisi pertama…

Selasa, 25 Januari 2022 12:14

Cek di Sini, Kalau Mau Tahu Harga Karet di Riau Sepekan ke Depan

Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengeluarkan data harga bahan olahan karet rakyat atau Bokar. Harga ini berlaku untuk sepekan ke depan.

Selasa, 25 Januari 2022 12:03

Ha? Akun IG Giring Ganesha Hilang, PSI Gelabakan

Akun IG Giring Gaseha (@giring) hilang. Kejadian ini cukup mengagetkan bagi PSI. Sebab, belum parnah terjadi hal seperti itu.

Selasa, 25 Januari 2022 11:35

Obati Bisul dengan Barang-barng Dapur Ini

Yang pernah mengalami bisul, pasti merasakan berapa nyerinya. Bisul timbul karena darah kotor.

Selasa, 25 Januari 2022 11:20

Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi, Usia 10-20 Tahun Rp3.456

Harga TBS sawit di Riau naik lagi. Kenaikan tertinggi terjadi untuk buah kelapa sawit umur 10-20 tahun. Kenaikan disebabkan oleh beberapa faktor.

Selasa, 25 Januari 2022 11:03

Mendagri Malaysia Bahas Ilegal Fishing di Selat Malaka, Apa yang Mereka Sepakati?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Datok Sri Hamzah Bin Zainudin menyatakan negaranya konsen untuk memberantas ilegal fishing

Selasa, 25 Januari 2022 09:37

500 Hektare Kebun Kelapa di Inhil Akan Direplanting Tahun Ini

Sebanyak 500 hektare kebun kelapa petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau akan direplanting tahun ini.

Senin, 24 Januari 2022 20:12

Angka Kematian Omicron Rendah, ‘Tak Perlu Panik & Khawatir’

Angka kematian akibat Covid Omicron tergolong rendah. Masyarakat diminta tak panik.