• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kesaksian Perdana Menteri Belanda Tentang Kejahatan Perang Negaranya di Aceh

Romi J. by Romi J.
8 Februari 2021
115
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Perdana Menteri Belanda tahun 1925-1926 dan 1933-1939, Hendrikson Colijn menuliskan kejahatan perang yang dilakukan negaranya kepada rakyat Aceh.

Saat Perang Aceh (1873-1913), Colijn masih menjabat sebagai seorang letnan di tentara Belanda.

Dikutip dari buku ‘Perang Terlama Belanda, Kisah Perang Aceh 1873-1913’, yang ditulis Nino Oktorino, Colijn pernah menuliskan surat kepada isterinya tentang apa yang dilakukan pasukannya di Aceh.

Dalam suratnya, Colijn menceritakan kekejaman dan juga kejahatan perang yang dilakukan pasukan Belanda, termasuk membunuh seorang ibu dan anaknya yang berusia 6 bulan.

“Aku melihat seorang ibu yang menggendong anaknya yang berusia sekitar 6 bulan di tangan kirinya, dan membawa tombak panjang di tangan kanannya, berlari ke aeah kami. Salah satu peluru kami menewaskan si ibu maupun anaknya. Sejak itu, kami berhenti menunjukkan belas kasihan,” demikian bunyi surat Colijn kepada sang isteri, meski tahunnya tak diketahui.

Colijn juga menuliskan bahwa Perang Aceh sudah membuat hatinya menjadi dingin dan tak kenal ampun, sekalipun kepada wanita dan anak-anak.

“Aku mengumpulkan sebuah kelompok yang terdiri atas 9 orang wanita dan 3 anak yang meminta ampun dan mereka semua ditembak. Ini bukan pekerjaan yang menyenangkan, tetapi mustahil melakukan hal lainnya. Para prajurit kami menusuki mereka dengan bayonetnya. Ini mengerikan. Aku akan berhenti melapor sekarang,” lanjut Colijn dalam suratnya. (bpc4)

Tags: AcehKejahatan PerangPerdana menteri belanda
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Aceh Tamiang, Serahkan 500 Gerobak Dorong Pascabanjir
Regional

Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Aceh Tamiang, Serahkan 500 Gerobak Dorong Pascabanjir

...

Read moreDetails
Pemprov Aceh Minta Kemenhub Usut Tiket Pesawat Mahal Saat Bencana

Pemprov Aceh Minta Kemenhub Usut Tiket Pesawat Mahal Saat Bencana

Gubernur Aceh Desak Pemerintah Lepaskan 250 Ton Beras Thailand yang Disita di Sabang

Gubernur Aceh Desak Pemerintah Lepaskan 250 Ton Beras Thailand yang Disita di Sabang

Warga aceh dianiaya

Soal Warga Aceh yang Dianiaya Hingga Tewas, Panglima TNI Minta Pelaku Dihukum Mati

Saat Belanda Minta Maaf Atas Kejahatan Perang di Rawagede

Catatan Sejarah 9 Desember: Kejahatan Perang Belanda di Rawagede

Next Post

Hari Ini, Timnas Sea Games Mulai Berkumpul di Jakarta untuk Menjalani TC

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.