Gerakannya di Bandung Gagal, APRIS Mulai Buru Westerling

Sabtu, 23 Januari 2021 09:09
Gerakannya di Bandung Gagal, APRIS Mulai Buru Westerling
Westerling tersenyum. (Foto: net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Westerling tahu, gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) gagal menguasai Kota Bandung pada 23 Januari 1950, Westerling kemudian melarikan diri ke Jakarta. Sedangkan sisa pasukannya juga diburu dan dihancurkan APRIS (TNI saat itu).

Ditemani orang kepercayaannya, Pim Colsom dan dua orang polisi pembelot, Westerling kemudian melarikan diri ke Jakarta. Mereka mengendarai tiga mobil jeep, dan Westerling secara berkala berganti-ganti mobil.

Advertisement

Di Jakarta, Westerling hidup berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Bahkan, dia disebutkan pernah bertemu dengan Sultan Hamid II di suatu tempat di Jalan Veteran, Jakarta.

Awal Februari 1950, salah satu perwira KNIL kepercayaan Westerling, Letnan Kolonel Rappard tewas oleh APRIS. Tewasnya Rappard membuat Westerling gundah, karena tak ada lagi pendukung kuatnya.

BACA JUGA:  Catatan Sejarah 23 Januari: Penyerangan Westerling di Bandung

Baca: Suram-Tidaknya Masa Depan Pendidikan Ilmu Politik Indonesia, Bergantung Pada Siapa?

Westerling kemudian merencanakan akan pergi ke Belanda. Namun, rencana ini tercium intelijen APRIS. Maka, dibentuk tim untuk memburu Westerling. Tim ini dikomandoi oleh Mayor Brenthel Soesilo, dan salah satu anggota timnya adalah Letnan Princen, mantan serdadu Belanda yang membelot ke Indonesia.

23 Februari 1950, intelijen tim mencium Westerling ada di Pelabuhan Tanjung Priok dengan kawalan beberapa orang. Tim pemburu kemudian mengirimkan dua anggota tim untuk menjebak Westerling, namun gagal.

Akhirnya, terjadi kontak tembak antara pengawal Westerling dengan tim pemburu, termasuk Mayor Soesilo dan Letnan Princen. Ditengah kontak tembak tersebut, secara ajaib Westerling lolos dan melarikan diri ke Singapura.

BACA JUGA:  Pembantaian Terkejam di Riau Masa Perang Kemerdekaan, Rengat Berdarah

Karena tanpa dokumen, otoritas Singapura kemudian mendeportasi Westerlig ke Belanda. Dia hidup hingga akhir hayatnya di Belanda, tanpa pernah diadili atas kejahatan kemanusian yang pernah dilakukannya di Singapura. (bpc4)

Berita Terkini

Selasa, 02 Maret 2021 15:32

Pembakaran Sampah, Lahan 2,500 Meter Persegi Terbakar di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran sampah”

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Pemkab Harus Cari Solusi Tepat Soal PETI, Supaya ‘Jangan Asal Tangkap Saja’

“Pemilik modal juga harus ditindak. Jangan pekerja saja.”

Selasa, 02 Maret 2021 14:18

Video: Pernyataan Jokowi Soal PP Investasi Miras Dicabut

Investasi minuman beralkohol (miras) dicabut atas masukan Ormas.

Selasa, 02 Maret 2021 13:40

Video: Suasana Vaksinasi Tahap 2 di Pekanbaru

Vakisinasi tahap kedua yang dilaksanakan pada Senin, 1 Maret 2021, menyasar 2000 tenaga publik.

Selasa, 02 Maret 2021 13:21

Jokowi Cabut Investasi Miras, Diklaim Setelah Terima Masukan Para Ulama dan Ormas Islam

“Setelah menerima masukan dari ulama MUI, NU, Muhamadiyah dan ormas lainnya.”

Selasa, 02 Maret 2021 13:01

Asap Mulai Selimuti Riau, Warga: Covid Belum Pergi, Asap Sudah Datang

Kabut asap terpantau sudah mulai menyelimuti Riau pada hari ini, Selasa 2 Maret 2021

Selasa, 02 Maret 2021 11:51

Siang Ini 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Mendarat di Soetta

Sejauh ini belum ada informasi resmi dari KPCPEN mengenai berapa jumlah dosis vaksin.

Selasa, 02 Maret 2021 11:30

Unggah Foto Jokowi Bersama Cucu, Ibu Korban Semanggi I Teringat Kebahagian Bersama Sang Anak

Anaknya ditembak aparat di halaman kampus Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Selasa, 02 Maret 2021 11:21

Fokus Pemadaman Karhutla Diarahkan ke Rohil dan Bengkalis

Intensitas titik api di kedua daerah itu sangat tinggi.

Selasa, 02 Maret 2021 10:56

Kenapa Harga BRIS Cenderung Melandai Setelah Dimerger?

Harga BRIS diperkirakan akan menanjak naik setelah kepemilikan saham publik ditambah.