Apa Itu Riba Jahiliyah? Benarkah Paman Nabi Pernah Melakukannya?

Sabtu, 20 Februari 2021 00:50
Apa Itu Riba Jahiliyah? Benarkah Paman Nabi Pernah Melakukannya?
Dr. Marabona, ME, Sy, pakar kajian Riba alumi program doctoral dari Unpas Bandung. (Foto: Joni Paslah / Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Bicara riba hari gini, tak ada habis-habisnya. Karena riba masih dianggap ‘melekat di dunia perbankan, asuransi, leasing, dan lembaga keuangan lainnya’.

Lalu, seperti apa sejarah riba itu? “Kalau kita tarik sejarah ke belakang, riba hutang piutang atau pinjam meminjam (riba qardh), ternyata punya sejarah panjang. Bahkan, Paman Nabi Abbas juga seorang pelaku riba jahiliyah,” sebut Dr Marabona, ME,Sy, salah seorang staf pengajar pada STIE Prakarti Arifin Achmad Pekanbaru, Jumat, 26 Juni 2020 lalu.

Advertisement

Kata ustad berdarah Sidempuan ini, dalam hutang piutang, riba di zaman jahiliyah  dinamakan juga sebagai riba jahiliyah. “Misalnya saya memberi hutang pada seseorang sebanyak Rp1 juta. Transaksinya hutang. Dimana dalam hutang, uang sebagai objeknya. Nah, jika misalnya saya mau buka usaha, saya butuh uang Rp. 1 juta, lalu saya kasih modal, itu bukan hutang, namun, kerjasama usaha,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pembagian Riba dalam Fiqih Muammalah

Modal usaha itu menjadi bagi hasil yang disepakati, berapa hasilnya, persentasenya, dan sah dalam muamalah. Misalkan, dia menjelaskan, pengajuan modal usaha sebesar Rp100 juta, maka disepakati pembagian 60:40, maka masuklah dalam ketentuan mudharabah atau musyarokah, atau kerjasama usaha.

Baca: ‘Rahasia Kemenangan’ Soeharto Memberantas PKI

“Ujungnya, bagi hasil. Kalau riba, pengajuan modal usaha itu apakah benar untuk modal usaha, saya tidak tahu, tapi saya minta lebih atau pihak kedua yang mempersyaratkan. Transaksinya masuk dalam kategori riba, kalau objek transaksinya uang, dan status akadnya adalah hutang,” papar doktor yang mengaku punya banyak binaan mualaf ini.

Paman Nabi Pelaku Riba Jahiliyah?

Kembali mengulas riba jahiliyah tadi, contohnya Abbas paman Nabi Muhammad SAW, pernah memberi hutang murni untuk membantu, namun, jatuh vonis riba tersebab riba yang terjadi karena ada pengembalian pinjaman dengan penambahan waktu.

BACA JUGA:  Mengetahui Hal-hal yang Dikategorikan Riba

Tapi, kalau riba modern, malah belum uang dipakai sudah dikenakan tambahan uang. “Ada juga syekh yang membolehkan pinjaman bunga sehingga tidak riba. Dengan dalih buat untuk usaha, pinjaman bunga tidak termasuk riba, kata mereka. Naudzubillah”, kata Marabona.

Sementara itu, dalam kesepakatan ulama dunia, pertemuan Majmak Fiqh al-Islam, tahun 1975, diikuti Fatwa MUI, nomor 1 tahun 2004, tentang bunga bank, sudah memasukkan kategori bunga memenuhi kriteria riba. Jauh sebelum Wakil Presiden Ma’aruf Amin bertugas, karena beliau masih tercatat sebagai Ketua komisi fatwa MUI, 2004. (bpc5)

Berita Terkini

Rabu, 24 Februari 2021 22:31

Pesantren Didorong Cetak Pengusaha Kebun Sawit

“Jadi, pesantren tak hanya melahirkan para ulama tapi juga mencetak para santri entrepreneur.”

Rabu, 24 Februari 2021 21:31

Sekitar 1.000 Warga Myanmar di Malaysia Dideportasi, Dapat Kritik dari PBB dan AS

Deportasi warga Myanmar di Malaysia itu dilakukan beberapa minggu setelah kudeta

Rabu, 24 Februari 2021 20:30

Pejabat Diminta Respon Cepat Keluhan Masyarakat di ‘Riau Mendengar’

Masih ada beberapa pejabat terkait yang terkesan lambat memberikan respon.

Rabu, 24 Februari 2021 19:34

Biden dan Al-Kadhimi Capai Sepakat Atas Serangan Nuklir ke Irak

Komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon, pada Selasa kemarin.

Rabu, 24 Februari 2021 18:32

Syamsuar Sebut Ada Keragu-raguan Kepala Daerah Terhadap Perubahan Permendagri

Dalam situasi saat ini, di mana pelaksanaan kegiatan harus betul-betul selektif.

Rabu, 24 Februari 2021 17:30

Pansel PTP Sebut 2 ASN Tak Lulus Seleksi ADM dari Pemprov dan Kota Dumai

Dua peserta yang tak lulus seleksi lantaran syaratnya kurang.

Rabu, 24 Februari 2021 16:36

Jokowi: Sekolah Tatap Muka di Mulai Juli 2021

Pemerintah menerapkan belajar di rumah atau pembelajaran jarak jauh sejak Maret 2020.

Rabu, 24 Februari 2021 16:34

Dipersidangan Terungkap, Edy Prabowo Beli 8 Sepeda Seharga Ratusan Juta Rupiah

Satu unit sepeda harganya Rp14,8 juta.

Rabu, 24 Februari 2021 15:24

Tim Pokja Protes Kerja Kepala DLHK Riau, Dianggap Cederai Komitmen Syamsuar dalam PPS

Pesan Syamsuar terkait komitmen percepatan PS saling bersinergi, komunikasi dan transparansi.