Ditanya Soal Dugaan Korupsi Jalan Teluk Jering, Imam Gojali ‘Ngacir’ Usai Diperiksa Jaksa

Jumat, 13 November 2020 10:14
Ditanya Soal Dugaan Korupsi Jalan Teluk Jering, Imam Gojali ‘Ngacir’ Usai Diperiksa Jaksa
Imam Gojali usai diperiksa di Kejati Riau

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Imam Gojali, PPK Peningkatan Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar pada Dinas PUPR Kabupaten Kampar  Tahun Anggaran 2019, Kamis 12 November 2020, kembali diperiksa tim penyidik Kejati Riau.

Selain Imam Gojali, juga diperiksa konsultan, Irwan, Kepala UPT Laboratorium  Dinas PUPR Kabupaten Kampar, Mustafa Kamal, dan salah seorang staf wanita. 

Advertisement

Pantauan di lapangan, keempat orang ini tiba di Kantor Kejati Riau sekitar pukul 09.30 WIB. Mustafa Kamal dan seorang staf wanita terlihat keluar dari ruang pemeriksaan lantai lima Bidang Pidana Khusus sekitar pukul 12.20 WIB. 

Ketika ditemui Bertuahpos.com Mustafa Kamal mengaku tidak mengetahui soal proyek peningkatan Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering tersebut.

Baca: Hanya Mengambil Daging, Pencuri 7 Kambing di Kampung Jati Serpong Diduga Jagal Profesional

BACA JUGA:  Dua Pejabat Pemko Pekanbaru Berkunjung ke Kejati, Jamil: Jumpa Adek-Adek

Sementara PPK, Imam Gojali, dan Konsultan, Irwan, terlihat keluar dari lantai lima Bidang Pidana Khusus sekitar pukul 16.30 WIB. Imam Gojali, yang ditemui Bertuahpos.com usai pemeriksaan tidak bersedia memberikan penjelasan dan langsung ‘ngacir’ meninggalkan wartawan.

Saat diikuti sambil Bertuahpos.com berusaha meyakinkan Imam Gojali bahwa penjelasannya sangat diperlukan untuk menjawab dugaan-dugaan yang selama ini berkembang di tengah-tengah masyarakat. Namun Imam Gojali tetap saja berlalu meninggalkan wartawan yang mengikutinya.

Saat ditanya apakah memang ada korupsi pada proyek tersebut, Imam Gojali, tetap tidak bersedia menjawab, demikian pula ketika ditanya apa benar ada pinjam pakai perusahaan dalam pelaksanaan proyek tersebut, Imam Gojali terus berlalu.

Lalu, diutarakan pertanyaan lain mengenai dugaan tidak sesuai spesifikasi dalam perkejaan proyek tersebut, sekali lagi dia tetap tidak bersedia memberikan penjelasan dan mengatakan, dirinya tidak diperiksa, hanya membawa bahan-bahan. 

“Silahkan tanya ke penyidik,” ujarnya berlalu meninggalkan wartawan.

Untuk diketahui, Proyek pembangunan Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kampar Tahun Anggaran 2019. Pagu anggaran dan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp10.019.121.000.

Proyek dikerjakan oleh PT Bakti Aditama, setelah menyingkirkan 53 perusahaan yang mengikuti lelang kegiatan tersebut. Adapun nilai penawarannya adalah Rp9.805.279.486,20. Diduga proyek ini tidak sesuai spesifikasi dan dilakukan dengan cara pinjam bendera. (bpc17)

Berita Terkini

Minggu, 13 Juni 2021 19:50

Tak Masuk Surga Orang Sombong

Islampedia

Minggu, 13 Juni 2021 17:23

BPBD Riau Siagakan 6 Helikopter Siaga Karhutla

Karhutla

Minggu, 13 Juni 2021 16:35

DBU: Kondisi Eriksen Stabil

Eriksen

Minggu, 13 Juni 2021 15:57

Polri Kirimkan Tim Forensik, Outopsi Jenazah Wabup Sangihe

Wabup Sangihe

Minggu, 13 Juni 2021 15:23

Ingin Mesin Awet? Jangan Semprot Mesin Saat Ganti Oli

Oli Motor

Minggu, 13 Juni 2021 14:55

Tentara Israel Tangkap Tiga Remaja Palestina

Palestina

Minggu, 13 Juni 2021 14:35

Prabowo Angkat Bicara Mengenai Utang Pertahanan Rp1,700 Triliun

Rp1,700 Triliun

Minggu, 13 Juni 2021 14:20

JCH Akan Hilang Nomor Antrean Haji Jika Sudah Tarik Uang

Haji Indonesia