• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Soal Jet Pribadi Kaesang, KPK Dikritik dan Dianggap Menyesatkan

Penerima gratifikasi tidak harus pejabat langsung, melainkan bisa melalui perantara atau orang dekat.  “Termasuk keluarga inti.”

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
8 November 2024
Jet pribadi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — KPK tidak dapat menetapkan bahwa penerimaan fasilitas jet pribadi oleh Kaesang sebagai bentuk gratifikasi, kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Namun, ini merupakan pernyataan yang menyesatkan menurut Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI), Gandjar Laksmana Bondan.

Pernyataan Nurul dianggap keliru, dan berpotensi membuat KPK sebagai objek kritik oleh banyak pihak. Sebab, KPK bisa melakukan koreksi atas keputusan tersebut dengan membuka penyelidikan atas dugaan gratifikasi yang dilaporkan.

“Bukan cuma keliru menurut saya, malah jadi menyesatkan,” ujar Gandjar saat mengisi materi dalam agenda matrikulasi hukum tindak pidana korupsi di KPK, Jakarta, pada 6 November 2024, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jumat, 8 November 2024.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, merupakan konsep gratifikasi pertama kali diperkenalkan. Walaupun larangan menerima gratifikasi sudah diberlakukan sejak era Presiden Soeharto.

Menurut Gandjar, penerima gratifikasi tidak harus pejabat langsung, melainkan bisa melalui perantara atau orang dekat.  “Termasuk keluarga inti,” tuturnya.

Dalam kasus dugaan penerimaan fasilitas jet pribadi yang melibatkan Kaesang, Gandjar berpendapat, yang menjadi fokus penegak hukum seharusnya adalah pejabat negara terkait, dalam hal ini ayahnya, Presiden Joko Widodo.

“Kita sudah memiliki yurisprudensi terkait kasus suap, baik untuk pemberi maupun penerima, yang bisa diterima oleh orang dekat atau keluarga sebagai titipan. Yang harus diminta pertanggungjawaban adalah pejabatnya, bukan anaknya,” ungkap.

Gandjar terlibat dalam tim perumus Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Dia menekankan bahwa tidak ada pengecualian pidana bagi seseorang yang telah terpisah dari kartu keluarga.

Hal ini membantah klaim Ghufron yang menyatakan bahwa Kaesang tidak bisa diselidiki karena sudah pisah kartu keluarga dari Presiden Jokowi.

“Pemisahan kartu keluarga ini tidak punya dasar hukum. Kata kuncinya adalah hubungan keluarga, terutama keluarga inti. Jadi, meskipun pisah kartu keluarga, hubungan hukum tetap berlaku,” tegas Gandjar.***

Tags: Hukumnasional
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Next Post

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Siak Laiskar Jaya Hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul Bogor

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.