Arteria Dahlan Soal Presiden Bertanggungjawab Kasus Laskar FPI: Itu Terlalu Prematur

Jumat, 22 Januari 2021 16:31
Arteria Dahlan Soal Presiden Bertanggungjawab Kasus Laskar FPI: Itu Terlalu Prematur

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Politikus PDIP Arteria Dahlan menilai langkah Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertanggung jawab dalam kasus penembakan enam Laskar FPI, merupakan tindakan yang prematur.

Pasalnya, menurut dia, proses penegakan hukum untuk mengusut penembakan Laskar FPI tersebut masih berlangsung. “Terlalu prematur, proses hukumnya saja sedang diperiksa, lah tiba-tiba sudah meminta orang bertanggung jawab, lah kok tiba-tiba menyasar ke Presiden lagi,” kata Arteria seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat 22 Januari 2021.

Advertisement

Arteria pun meminta TP3 memahami hukum secara baik dan mengonfirmasi ulang seluruh rangkaian proses penegakan hukum atas insiden penembakan enam Laskar FPI, baik yang dikerjakan Polri maupun Komnas HAM. Langkah ini, kata dia, untuk memastikan TP3 bersikap adil.

“Pahami hukum, apa ini sudah terkonfirmasi sebagai suatu pelanggaran HAM? pelanggaran HAM berat? Siapa yang wajib dimintakan pertanggungjawaban hukumnya? Apa sanksi yang harus dijatuhkan?” kata Arteria.

Baca: Kemenangan Dianulir, PT. Kemuning Siapkan Gugatan Hukum ke SDA BWSS III Provinsi Riau

BACA JUGA:  PDIP Umumkan Calon Kepala Daerah, Ada Anak Jokowi Hingga Halim untuk Kuansing

“Ya kalau mau adil ya harus mulai dari diri sendiri. Adil itu di sikap dan perbuatan, bukan di perkataan belaka,” tambah dia lagi.

Arteria pun meminta TP3 bersabar untuk menunggu hasil investigasi akhir ihwal insiden penembakan enam Laskar FPI.

Menurutnya, TP3 tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang menilai bahwa polisi telah melawan kewenangan hingga menyebut bahwa Komnas HAM telah merekomendasikan peristiwa itu sebagai pelanggaran HAM berat.

“[Tidak perlu] meminta negara dalam hal ini Pak Jokowi tanggung jawab atas kejadian itu. Terlalu jauh itu, pahami betul apa yang dimaksud,” ucapnya.

Namun demikian, dia menghormati pembentukan TP3. Kata dia, keberadaan tim itu merupakan bukti kehadiran negara dalam konteks memberikan jaminan kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

“Silakan saja mengawal jalannya proses hukum yang sedang berjalan, semakin banyak mata melihat insya Allah akan semakin baik,” kata dia.

Sebelumnya, TP3 meminta Jokowi bertanggung jawab dalam kasus penembakan yang menewaskan enam Laskar FPI pengawal Rizieq Shihab oleh polisi pada 7 Desember 2020 lalu.

Anggota TP3 Marwan Batubara menilai pengusutan kasus penembakan enam laskar merupakan bentuk penghinaan terhadap proses hukum sebab mengabaikan asas praduga tak bersalah.

“Sebagai pemimpin pemerintahan, TP3 meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas tindakan sewenang-wenang dalam kasus pembunuhan tersebut,” ujar Marwan dalam jumpa pers di bilangan Senayan, Jakarta, 21 Januari 2020 lalu. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 25 Februari 2021 11:22

Hukum Laki-Laki Memakai Emas

Ustaz Abdul Somad dalam bukunya yang berjudul 37 Masalah Populer menerangkan

Kamis, 25 Februari 2021 11:10

Jangan Ditunda-tunda, ESDM Minta Pembangunan Kilang Minyak Segera Diselesaikan, Salah Satunya di Dumai

Pihak PT Pertamina (Persero) sendiri, kini tengah dalam tahapan pembangunan untuk GRR dan RDMP.

Kamis, 25 Februari 2021 10:36

15 Paket Sabu Diamankan Polsek Kuantan Mudik dari Seorang Pengedar di Sebuah Pondok

Pelaku dan barang bukti dibekuk di sebuah pondok dekat perkebunan.

Kamis, 25 Februari 2021 10:28

Jangan Ditanya Berapa Jatah Kuota Kartu Prakerja untuk Riau, yang Penting Daftar Aja Segera?

Kuota untuk Riau masih belum jelas.

Kamis, 25 Februari 2021 10:01

SBY: Presiden Jokowi Memiliki integritas, Berbeda Dengan Pembantu Dekatnya

“Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi memiliki integritas, yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu”

Kamis, 25 Februari 2021 09:49

Man City Menang, Netizen Malah Bully Pep Guardiola

netizen di twitter malah membully sang pelatih Man City, Pep Guardiola

Kamis, 25 Februari 2021 08:35

SBY Turun Gunung: Saya Yakin Presiden Jokowi Tidak Tahu Gerakan Moeldoko

SBY juga mengatakan bahwa Jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan Moeldoko

Kamis, 25 Februari 2021 08:32

Cek Harga Suzuki GSX-R 150 Lengkap dengan Spesifikasinya

kendaraan roda dua iconik penerus tradisi motor sport performa tinggi.

Kamis, 25 Februari 2021 07:01

Saat Gamal Abdul Nasser Menasionalisasi Terusan Suez

Tindakan Mesir ini menyebabkan Israel, Inggris, dan Perancis menyerang Mesir

Kamis, 25 Februari 2021 06:01

Timnas Sea Games akan Uji Coba dengan Bhayangkara FC dan Bali United

“Setelah fisik kembali tentu laga uji coba menjadi penting”