• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Arteria Dahlan Soal Presiden Bertanggungjawab Kasus Laskar FPI: Itu Terlalu Prematur

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
22 Januari 2021
109
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Politikus PDIP Arteria Dahlan menilai langkah Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertanggung jawab dalam kasus penembakan enam Laskar FPI, merupakan tindakan yang prematur.

Pasalnya, menurut dia, proses penegakan hukum untuk mengusut penembakan Laskar FPI tersebut masih berlangsung. “Terlalu prematur, proses hukumnya saja sedang diperiksa, lah tiba-tiba sudah meminta orang bertanggung jawab, lah kok tiba-tiba menyasar ke Presiden lagi,” kata Arteria seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat 22 Januari 2021.

Arteria pun meminta TP3 memahami hukum secara baik dan mengonfirmasi ulang seluruh rangkaian proses penegakan hukum atas insiden penembakan enam Laskar FPI, baik yang dikerjakan Polri maupun Komnas HAM. Langkah ini, kata dia, untuk memastikan TP3 bersikap adil.

“Pahami hukum, apa ini sudah terkonfirmasi sebagai suatu pelanggaran HAM? pelanggaran HAM berat? Siapa yang wajib dimintakan pertanggungjawaban hukumnya? Apa sanksi yang harus dijatuhkan?” kata Arteria.

“Ya kalau mau adil ya harus mulai dari diri sendiri. Adil itu di sikap dan perbuatan, bukan di perkataan belaka,” tambah dia lagi.

Arteria pun meminta TP3 bersabar untuk menunggu hasil investigasi akhir ihwal insiden penembakan enam Laskar FPI.

Menurutnya, TP3 tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang menilai bahwa polisi telah melawan kewenangan hingga menyebut bahwa Komnas HAM telah merekomendasikan peristiwa itu sebagai pelanggaran HAM berat.

“[Tidak perlu] meminta negara dalam hal ini Pak Jokowi tanggung jawab atas kejadian itu. Terlalu jauh itu, pahami betul apa yang dimaksud,” ucapnya.

Namun demikian, dia menghormati pembentukan TP3. Kata dia, keberadaan tim itu merupakan bukti kehadiran negara dalam konteks memberikan jaminan kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

“Silakan saja mengawal jalannya proses hukum yang sedang berjalan, semakin banyak mata melihat insya Allah akan semakin baik,” kata dia.

Sebelumnya, TP3 meminta Jokowi bertanggung jawab dalam kasus penembakan yang menewaskan enam Laskar FPI pengawal Rizieq Shihab oleh polisi pada 7 Desember 2020 lalu.

Anggota TP3 Marwan Batubara menilai pengusutan kasus penembakan enam laskar merupakan bentuk penghinaan terhadap proses hukum sebab mengabaikan asas praduga tak bersalah.

“Sebagai pemimpin pemerintahan, TP3 meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas tindakan sewenang-wenang dalam kasus pembunuhan tersebut,” ujar Marwan dalam jumpa pers di bilangan Senayan, Jakarta, 21 Januari 2020 lalu. (bpc2)

Tags: Joko Widodokasus laskar fpipdippenembakan laskar FPI
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pemilu 2024
Nasional

Lewat Pidato Kenegaraan, Puan Pertanyakan Apakah Hasil Pemilu 2024 sudah Jurdil?

...

Read moreDetails
Jokowi

PDIP Sentil Jokowi, Makanya Jangan Terlalu Pede

jalan rusak di lamung

Rencana Presiden Resmikan Tol Bangkinang – XIII Koto Kampar Masih Tentatif

puan menangis, revisi RUU

Puan Respon Kritik Megawati soal Revisi RUU di DPR yang Belum Disahkan

Sikap PDIP oposisi atau koalisi

PDIP Belum Putuskan Sikap Oposisi atau Koalisi dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran, Apa yang Mengganjal, Bu Mega?

Respon PDIP soal Putusan MK: tak Buka Ruang untuk Keadilan

Inilah Kesibukan Ganjar Prabowo Setelah Kalah Pilpres

Next Post
aplikasi tiktok, live streaming dewasa

TikTok Didenda Rp13,1 Miliar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.