TikTok Didenda Rp13,1 Miliar

Jumat, 22 Januari 2021 17:34
TikTok Didenda Rp13,1 Miliar
Apilikasi TikTok

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARUTikTok Pte Ltd dan Bytedance digugat oleh PT Digital Rantai Maya digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat atas dugaan pelanggaran hak cipta. TikTok diminta memberikan ganti rugi sebesar Rp13,1 miliar.

Gugatan itu didaftarkan pada 13 Januari 2021 dan terdaftar dengan nomor perkara nomor perkara 4/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2021/PN Niaga Jkt.Pst.

Advertisement

Mengutip Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, Jumat, 22 Januari 2021. Penggugat adalah PT Digital Rantai Maya dengan kuasa hukum Nixon DH Sipahutar dan Tergugat adalah TikTok Pte Ltd dan Bytedance Inc.

Dalam petitumnya, penggugat meminta pengadilan untuk menerima dan mengabulkan gugatan untuk seluruhnya.

Baca: e-LAPOR Terima Banyak Aduan Soal Infrastruktur, Kadis PUPR: Kami Respon Kok!

Penggugat meminta pengadilan untuk menyatakan perjanjian kerja sama PT Digital Rantai Maya dengan Virgoun Teguh Putra tentang label produk rekaman Nomor DRM: Legal/DRM/055/X/2015 tertanggal 3 November 2015 adalah sah.

Kemudian penggugat meminta pengadilan menyatakan penggugat adalah pemegang hak terkait atas hak cipta yang sah secara hukum atas karya cipta lagu-lagu dalam master sound/ master rekaman dan menyatakan TikTok dan ByteDance bukan pemegang hak terkait atas karya lagu-lagu dalam master sound/ master rekaman.

Dalam hal ini penggugat meminta majelis hakim menyatakan TikTok dan ByteDance telah melakukan pelanggaran terhadap hak terkait atas hak cipta milik penggugat dengan lagu-lagu dalam master sound/ master rekaman.

TikTok dan ByteDance diminta untuk mengganti uang kepada penggugat sebesar Rp 3,1 miliar karena secara tidak sah dan tanpa izin melakukan penggandaan, pengedaran, dan penyebaran lagu-lagu pada master sound/ master rekaman milik penggugat.

PT Digital Rantai Maya juga meminta TikTok dan ByteDance mengganti uang kerugian secara immateriil sebesar Rp 10 miliar karena merasa mengalami kerusakan yang diakibatkan dari tekanan dan desakan sehingga menyebabkan terganggunya kegiatan bisnis di masa yang akan datang.

Menghukum Para Tergugat untuk memasang iklan menyatakan kesalahan yang telah diperbuat dan permohonan maaf kepada PENGGUGAT di harian Kompas selama 3 (tiga) hari secara berturut-turut dengan ukuran seperempat halaman, setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht).

“Menyatakan putusan dalam perkara aquo dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun TikTok dan ByteDance mengajukan upaya hukum verzet/ perlawanan, banding dan kasasi (uitvoorbar bij voorad),” kutip petitum.

Penggugat pun meminta majelis hakim menghukum TikTok dan ByteDance untuk membayar uang paksa (dwangsom) atas keterlambatan pembayaran ganti rugi sebesar Rp10 juta setiap hari keterlambatan pembayaran.

“Menghukum Para Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam pemeriksaan perkara aquo,” tulis petitum. Berdasarkan keterangan SIPP PN Jakpus, sidang perdana digelar pada 22 April 2021. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 26 Februari 2021 14:17

KBS Nyatakan Dukungan Relokasi Investasi BKPM Di Batang

KIT Batang merupakan lokasi khusus disiapkan untuk investor dari dalam dan luar negeri.

Jumat, 26 Februari 2021 13:57

‘Pertikaian’ Moeldoko dan SBY, Benarkah AHY Akan Makin ‘Tersudut?’

Munculnya sejumlah tokoh yang pernah berada di PD makin menyudutkan posisi AHY.

Jumat, 26 Februari 2021 13:27

Riau Pertimbangkan Opsi Investasi Aset untuk Pembangunan Infrastruktur 

Syamsuar mengatakan opsi itu akan jadi bahan pertimbangan.

Jumat, 26 Februari 2021 13:11

Syukuri Nikmat dengan Berzakat

Allah melarang Rasulullan SAW menerima zakat Tsa’labah.

Jumat, 26 Februari 2021 12:39

BI Sebut Sawit Mampu Tahan Kontraksi Ekonomi Riau

Harga sawit mampu bertahan di tengah pandemi.

Jumat, 26 Februari 2021 12:09

IZI RIAU Bantu Biaya Pengobatan Bayi Penderita Jantung Bocor

Bayi ini bocor jantung sejak usia 2 bulan.

Jumat, 26 Februari 2021 12:03

Riau Minta Daerah Fokus Pengembangan Satu Destinasi Wisata

Fokus pada satu destinasi dan iven karena kondisi anggaran memang terbatas.

Jumat, 26 Februari 2021 11:39

Majlis Papua Tolak Investasi Miras

Investasi boleh, tapi yang baik-baik saja.

Jumat, 26 Februari 2021 11:01

Baru Dilantik, Adil: Meranti Zero Kasus Covid-19

“Untuk diketahui, bahwa Meranti zero, sangat bagus sekali”

Jumat, 26 Februari 2021 10:05

Kerasnya Umar Bin Khattab Menentang Minuman Khamar

Umar tak segan-segan untuk menghukumnya