Realisasi Investasi Ternyata Belum Signifikan Serap Tenaga Kerja

Jumat, 23 Oktober 2020 14:08
Realisasi Investasi Ternyata Belum Signifikan Serap Tenaga Kerja

BERTUAHPOS.COM — Menurut data yang dikeluarkan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), realisasi investasi memang mencatat angka baik hingga akhir September 2020. Namun di sisi lain, pencapaian ini tidak selaras dengan angka penyerapan lapangan pekerjaan untuk rakyat.

Sejak Januari-September 2020 tercatat realisasi investasi sebesar Rp611,6 triliun (naik 1,7% yoy). Angka pencapaian ini sudah 74,8% dari target akhir tahun sebesar Rp817,2 triliun.

Sedangkan dari nilai investasi itu, jumlah serapan tenaga kerja 861.601 orang (tumbuh 22,5%) jika dilihat dari periode sama di tahun lalu (703.296 orang). Angka ini masih dianggap jauh dari janji BKPM.

Mengutip kontan.co.id, Kepala BKPM Bahlil  Lahadalia menerangkan bahwa terget penyerapat tenaga kerja tahun ini bisa mencapai 1,2 juta orang. Dengan kata lain capaian realisasi tenaga kerja hingga September 2020 lalu bari 71,8% dari terget akhir tahun. “Kami kewalahan dan memang tidak gampang,” ungkapnya.

Baca: Sekitar Rp473 Miliar Lebih APBD Riau 2020 Dialihkan untuk COVID-19

BACA JUGA:  Riau Catat Realisasi Investasi Rp22,75 Triliun per Triwulan II/2020

Sejauh ini, dia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampkaikan kepada perusahaan agar setiap pekerjaan yang bisa dilakukan manusia, harus dilakukan oleh tenaga kerja.

Adapun persentase capaian penyerapan tenaga kerja itu lebih rendah daripada kinerja nilai realisasi investasi di periode Januari-September 2020. Bila ditelisik, kondisi yang berseberangan itu terlihat dari jenis investasi yang terserap.

Proyek yang diciptakan dari nilai investasi di Januari-September 2020 itu mencapai 102.276 triliun. Jumlah itu berasal dari 61.590 proyek investor dalam negeri dan 40.686 proyek investor asing. Namun, sayangnya berdasarkan sektor usaha yang didirikan didominasi oleh sektor tersier yang minim penyerapan tenaga kerja. 

Catatan BKPM realisasi investasi dari sektor tersier sebesar Rp 388,7 triliun sampai dengan akhir September lalu. Angka tersebut berkontribusi 55,4% dari total realisasi investasi. Sebagai catatan sektor tersier ini terdiri dari usaha di bidang transportasi, gudang, telekomunikasi, dan jasa lainnya. (bpc2)