• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KUR Tidak Termasuk dalam Pemutihan Utang UMKM, Ini Penjelasannya

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 November 2024
Data UMKM di Pekanbaru

UMKM kuliner

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — KUR atau Kredit Usaha Rakyat tidak termasuk dalam kategori pemutihan kredit macet Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang baru-baru ini, kebijakan tersebut telah diterbitkan oleh pemerintah.

Pemutihan utang UMKM diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada UMKM.

Aturan ini ditetapkan pada 5 November lalu sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

“Sehingga tidak bisa dihapuskan karena ada potensi subrogasi,” ujar Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan di Kemenko Perekonomian, Gede Edy Prasetya, sebagaimana dilansir dari Tempo.co, Kamis, 14 November 2024.

Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Supari, juga menjelaskan perbedaan antara penghapusbukuan dan penghapustagihan yang diatur dalam PP 47/2024.

“Penghapusbukuan berarti mengeluarkan piutang macet dari pembukuan bank, namun tidak menghilangkan hak bank untuk menagih utang tersebut. Sementara penghapustagihan berarti bank benar-benar melepaskan hak tagihnya terhadap nasabah,” jelas Supari.

Dalam PP 47/2024, penghapusbukuan didefinisikan sebagai tindakan administratif oleh bank atau lembaga keuangan nonbank untuk menghapus piutang macet dari laporan keuangan sebesar kewajiban nasabah, tanpa menghapus hak tagih.

Sedangkan penghapustagihan adalah tindakan penghapusan hak tagih oleh bank atau lembaga keuangan setelah penghapusbukuan dilakukan.***

Tags: Berita UMKMfinansial
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Serambi 2025 Layanan penukaran uang rupiah untuk idulfitri
Ekonomi

BI Rate Agustus 2026 Ditahan 5,75%, Bank Indonesia Buka Peluang Kenaikan ke 6,25% Akhir Tahun

...

Read moreDetails
OJK Riau Edukasi 350 Siswa Demi Generasi Cakap Finansial

OJK Riau Edukasi 350 Siswa Demi Generasi Cakap Finansial

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

Dana TKD Riau Tersalur Rp9,39 Triliun, Turun 15,51 Persen

Dana TKD Riau Tersalur Rp9,39 Triliun, Turun 15,51 Persen

DJPb Catat Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Melonjak hingga 31 Persen

DJPb Catat Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Melonjak hingga 31 Persen

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Next Post
Penembakan Donald Trump

Prabowo dan Joe Biden Sepakati Investasi Kesehatan di Indonesia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.