• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Alasan Penghematan APBN 2025 hingga Rp306,69 Triliun, Termasuk untuk Makan Siang Bergizi Gratis?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 Januari 2025
Alasan Penghematan APBN 2025 hingga Rp306,69 Triliun, Termasuk untuk Makan Siang Bergizi Gratis?

Alasan Penghematan APBN 2025 hingga Rp306,69 Triliun, Termasuk untuk Makan Siang Bergizi Gratis?

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Presiden RI, Prabowo Subianto, memerintahkan agar Kementerian Keuangan menghemat APBN 2025 hingga Rp306,69 triliun dari Rp3,3 ribu triliun. Alasannya untuk stabilitas dan keberlanjutan APBN.

“Pengelolaan APBN harus disiplin, hati-hati, dan tepat sasaran. Efisiensi ini bertujuan untuk menghadapi tantangan ke depan sekaligus mendukung program prioritas pemerintah,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu, Deni Surjantoro, di Jakarta.

Penghematan anggaran ini sepenuhnya ditujukan untuk mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo yang terangkum dalam Asta Cita. Namun, efisiensi tidak hanya diperuntukkan untuk program makan bergizi gratis senilai Rp71 triliun.

Adapun penghematan dilakukan dengan cara menggeser skala prioritas belanja untuk tahun anggaran 2025. Tapi, kata Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dana sebesar Rp71 triliun masih kurang untuk memenuhi target memberikan makanan bergizi gratis kepada 82,9 juta warga. Dadan memperkirakan kebutuhan dana mencapai Rp100 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa Kemenkeu tengah mengevaluasi keseluruhan postur APBN untuk mengakomodasi kebutuhan tambahan, termasuk untuk program makanan bergizi gratis.

“Kita sedang mengidentifikasi bagian-bagian APBN untuk memastikan sesuai prioritas yang ditetapkan Presiden, sekaligus mengurangi inefisiensi,” ungkap Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa prioritas-prioritas yang telah ditetapkan Presiden akan menjadi fokus utama dalam alokasi anggaran tambahan.

Pada hari yang sama, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 diterbitkan.

Inpres tersebut mengatur dua sumber utama penghematan, yaitu; pemotongan anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp256,1 triliun, dan efisiensi alokasi dana transfer ke daerah (TKD) senilai Rp50,59 triliun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tidak menutup kemungkinan bahwa hasil penghematan APBN 2025 akan digunakan untuk memperluas cakupan program makan bergizi gratis. 

“Presiden ingin program ini menjangkau lebih banyak penerima dan merata di seluruh wilayah. Hasil penghematan ini kemungkinan besar bisa diprioritaskan untuk mendukung program tersebut,” kata Prasetyo.***

Tags: finansialnasional
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Serambi 2025 Layanan penukaran uang rupiah untuk idulfitri

BI Rate Agustus 2026 Ditahan 5,75%, Bank Indonesia Buka Peluang Kenaikan ke 6,25% Akhir Tahun

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Next Post
Ahmad Khozinudin: Pembongkaran Pagar Laut Bukan Prestasi, Hanya Mengonfirmasi Kegagalan Negara

Ahmad Khozinudin: Pembongkaran Pagar Laut Bukan Prestasi, Hanya Mengonfirmasi Kegagalan Negara

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.