Gubernur BI: Reformasi Sistem Pembayaran Perlu Dukungan Regulasi

Senin, 05 April 2021 12:55
Gubernur BI: Reformasi Sistem Pembayaran Perlu Dukungan Regulasi

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa percepatan akselerasi digitalisasi ekonomi perlu didukung dengan regulasi yang selaras, termasuk lah dengan mempercepat reformasi sistem pembayaran.

Dia mengungkapkan hal itu merupakan langkah konkret agar integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan berbasis digital lebih cepat dan luas menyasar masyarakat sebagai pengguna sistem tersebut.

“Upaya tersebut perlu didukung oleh langkah-langkah reformasi regulasi melalui PBI Sistem Pembayaran yang telah diterbitkan BI untuk mendorong inovasi sistem pembayaran dengan memperhatikan manajemen risiko dan siber,” ungkapnya dalam  Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021, yang diselenggarakan BI secara virtual pada 5-8 April 2021.

Langkah-langkah tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API), dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Baca: Asing Percaya Pasar Keuangan dan Ekonomi Dalam Negeri Kembali “Top Cer”

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan kerangka Strategi Nasional Ekonomi Digital disusun dengan memperhatikan kompleksitas dan keterkaitan berbagai kebijakan antarotoritas serta kebutuhan para pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di daerah.

Strategi Nasional Ekonomi Digital, dia mengungkapkan, akan ditopang oleh pilar-pilar utama yaitu talenta digital, riset dan inovasi, infrastruktur fisik dan digital serta dukungan kebijakan dan regulasi bertujuan untuk mewujudkan visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang sustainable dan inklusif dengan mengoptimalkan potensi ekonomi digital.

“Kerangka Strategi Nasional Ekonomi Digital ini meliputi tiga strategi lintas sektor yaitu mempercepat digitalisasi di sektor bisnis dan industri, menciptakan berbagai macam peluang dalam pengembangan dan konektivitas digital yang dapat dimanfaatkan dengan setara oleh semua pihak serta mendorong koordinasi lintas sektor dan lintas lembaga pemerintahan, baik di pusat maupun daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan acara, juga dilakukan peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021

Terkait TP2DD, BI baik di Kantor Pusat maupun di seluruh Kantor Perwakilan BI di 34 provinsi mendukung sepenuhnya langkah-langkah mensukseskan pelaksanaan tugas TP2DD.

Dukungan lain juga diberikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, 

Untuk diketahui FEKDI 2021 menghadirkan beberapa rangkaian agenda, diantaranya, peluncuran Sandbox 2.0 dan digitalisasi start up, showcase inovasi pendukung fast payment, Open Application Programming Interfaces (Open API), dan QR Code Indonesian Standard (QRIS), serta diskusi reformasi regulasi, talkshow digitalisasi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR), pengembangan G2P 4.0 penyaluran bansos, dan cyber security. Secara umum, akan ada kegiatan 5 launching, 3 showcases, 4 leaders insight, dan 8 talkshow.

Masyarakat juga bisa berpartisipasi dalam FEKDI  dengan mengunjungi website FEKDI (www.fekdi.co.id) dan berjelajah menggunakan platform virtual untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan. Seluruh kegiatan dalam FEKDI terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun. Informasi lengkap dan akses kegiatan virtual kunjungi website FEKDI. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 28 Januari 2022 13:35

Sri Mulyani Cemas Ekonomi Akan Berdampak Buruk Akibat Omicron

Peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2022.

Jumat, 28 Januari 2022 12:44

Sekilas Tentang Candi Muara Takus Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Riau

Ada banyak candi tua di Indonesia. Satu di antara candi tertua itu ada di Pulau Sumatera tepatnya di Kabupaten Kampar

Jumat, 28 Januari 2022 12:04

Potret Sixpack Ronaldo Kwateh Pemain Termuda Timnas Indonesia

Sosok Ronaldo Kwateh mencuri perhatian sebab memecah rekor debutan termuda Timnas Indonesia

Jumat, 28 Januari 2022 11:37

Alasan Gatot: Hasil Analisa dan Renungan Presidential Threshold Sangat Berbahaya

Presidential Threshold 20 persen akan mengancam demokrasi di Indonesia.

Jumat, 28 Januari 2022 11:08

Syamsuar Sebut Riau Selalu Kirim Sampel Mencurigakan ke Jakarta, ‘Belum Ada Temuan Omicron di Riau’

Gubernur Syamsuar mengatakan Riau selalu mengirimkan sampel yang mencurigakan ke laboratorium pusat di Jakarta.

Jumat, 28 Januari 2022 10:49

Prabowo Tanggapi Dingin Kritik Edy Mulyadi Soal ‘Macan Mengeong’

Prabowo Subianto memberikan respon dingin terkait kritik yang dilontarkan Edy Mulyadi kepadanya.

Jumat, 28 Januari 2022 10:37

Info Cuaca, BMKG: Riau Cerah Dengan Suhu Udara 33 Derajat Celcius

Info prakiraan cuaca dan hotspot Provinsi Riau, Jumat 28 Januari 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) catat cuaca di Riau cerah

Jumat, 28 Januari 2022 10:35

Pengunjung Bakal Diwajibkan Scan Barcode Aplikasi PeduliLindungi di Kantor Kemenag Pekanbaru

Kantor Kemenag Kota Pekanbaru dalam waktu dekat akan berlakukan wajib scan barcode PeduliLindungi kepada setiap pengunjung.

Jumat, 28 Januari 2022 10:25

Bappeda Siak Minta Camat Sosialisasikan SIPD Digital

“Untuk menginput usulan kegiatan, saat ini sudah melalui digital.”

Jumat, 28 Januari 2022 10:19

Diduga Terinjak Gajak, Seorang Petani Sawit di Tahura Ditemukan Tak Bernyawa 

Palen Peter Aritonang (56) ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Taman Hutan Raya (Tahura).