Inovasi Edukasi Digital Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia

Jumat, 12 Maret 2021 09:41
Inovasi Edukasi Digital Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia
Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK Hoesen dalam Launching Inovasi Edukasi Digital untuk Pasar Modal Indonesia secara virtual, Jumat, 12 Maret 2021.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Otoritas Jasa Keuangan [OJK] berharap besar Inovasi Edukasi Digital yang diluncurkan Bursa Efek Indonesia [IDX], dapat menjadi sarana untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat di sektor pasar modal indonesia.

Harapan ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK Hoesen dalam Launching Inovasi Edukasi Digital untuk Pasar Modal Indonesia secara virtual, Jumat, 12 Maret 2021.

Advertisement

“Sebagaimana kita ketahui bahwa tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap pasar modal masih tergolong rendah. Kami berharap dengan diluncurkannya inovasi edukasi digital Pasar Modal Indonesia, tingkat literasi dan inklusi tentang pasar modal akan meningkat,” kata Hoesen.

Dia menambahkan, menurut catatan OJK, tingkat literasi masyarakat tentang Pasar Modal Indonesia hanya sekitar 4% lebih, sedangkan tingkat inklusi bari 1% lebih.

Baca: Pengesahan APBD-P Pekanbaru Bakalan Molor Lagi

BACA JUGA:  Video: Bagaimana Cara Berinvestasi di Saham

Kehadiran Inovasi Edukasi Digital, dia menambahkan, tentu menjadi optimisme baru untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia.

“Pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh aspek dan melemahkan ekonomi dunia yang disebabkan adanya pembatasan aktivitas masyarakat. Oleh sebab itu OJK turun andil dalam upaya mengembalikan stimulus perekonomian dalam negeri,” ungkapnya.

Menurut Hoesen, OJK telah mengeluarkan 35 kebijakan di pasar modal sebagai bentuk merespon dampak pandemi, yang sebelumnya sempat terpuruk pada triwulan I/2019, namun perlahan kini kembali bergairah.

Per Februari 2021, OJK mencatat sudah ada 46 perusahaan atau emiten baru yang melantai di pasar bursa [IPO]. Jumlah ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN.

Per periode yang sama, OJK juga mencatat jumlah investor meningkat, dengan total 4,5 juta investor atau naik 16% jika dibandingkan per 31 Desember 2020 lalu dengan jumlah 3,8 juta Investor. 

“Aktivitas investor meningkat mengingat frekuensi transaksi juga sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan publik meningkat, yang didorong, terutama dari kontribusi investor muda,” jelasnya.

Direktur pengembangan BEI Hasan Fauzi mengatakan, hingga kini tercatat sekitar 500 galeri investasi di Tanah Air. Inovasi Edukasi Digital untuk Pasar Modal Indonesia merupakan era baru yang mampu melampaui sekat ruang dan waktu.

“Inovasi Edukasi Digital ini adalah sarana bersinergi dan berkolaborasi untuk pasar modal indonesia berkualitas,” ungkapnya. (bpc2)