Indonesia Resesi di Tengah Rp239 Triliun Dana Mengendap di Bank

Rabu, 04 November 2020 13:57
Indonesia Resesi di Tengah Rp239 Triliun Dana Mengendap di Bank
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta. (Abdullah Azam/Bisnis.com)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ancaman resesi semakin dalam justru terjadi di tengah dana pemerintah masih mengendap sebanyak Rp239 triliun di perbankan. 

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyoroti ini dengan mengemukakan pandangannya terhadap realisasi APBD, yang menurutnya belum terserap maksimal. “Kita semua tahu waktu sangat mepet. Hanya tinggal dua bulan menuju akhir tahun,” ujarnya.

Advertisement

Mengutip Bisnis,com, Per Oktober 2020, Kementerian Keuangan mencatat total saldo dalam rekening kas umum daerah masih berjumlah sekitar Rp239 triliun. Artinya, dana itu ada perbankan tempat penyimpanan kas daerah. Dengan kata lain, sebagian dari dana tersebut diletakkan di bank sentral.

Suahasil meminta agar pemerintah daerah bisa mendorong belanja di sisa akhir tahun ini. Pasalnya, belanja daerah merupakan komponen penting dalam mendorong pemulihan ekonomi. Pada APBN tahun anggaran 2021, transfer dana ke daerah dan desa ditetapkan sebesar Rp795,5 triliun. 

Baca: Setelah Disahkan, Pajak Pertalite Efektif Jalan Mei Nanti, Begini Hitungannya

Melihat angka tersebut, ironi jika negara terus berada dalam ancaman resesi yang semakin dalam. Dia menambahkan, jumlah tersebut setara dengan sepertiga total APBN 2021, diharapkan bisa digelontorkan untuk belanja dan mendorong pendapatan masyarakat di desa.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan penyerapan dan realisasi anggaran daerah memang masih menjadi perhatian dan tantangan ke depan.

Dalam mendorong pemulihan ekonomi, katanya, peran dari pemerintah sebagai agent of development sangat diharapkan, termasuk pemerintah daerah.

“Karena aktivitas belum normal, sehingga banyak dana-dana yang masih berada di perbankan belum masuk ke sektor riil, sehingga dana tersebut masuk ke BI,” jelasnya. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 29 November 2020 17:32

Timnas U-16 akan Kembali TC di Sleman Desember Nanti

#TIMNAS

Minggu, 29 November 2020 15:12

Hikmah Kekalahan Perang Uhud

#UHUD

Minggu, 29 November 2020 14:01

Masharo Aoki, Pimpinan Pejuang Indonesia Orang Jepang

#PEJUANG

Minggu, 29 November 2020 12:31

Candi Muara Takus Bukti Lemahnya Kepurbakaan Lokal di Riau

#candi #muaratakus #purbakala #situssejarah #sejarahriau

Minggu, 29 November 2020 11:32

Inilah Sempolet, Makanan Khas Melayu Riau

#sempolet #makanankhas #khasmelayu #khasriau

Minggu, 29 November 2020 10:30

Awas! Bank Perlu Waspadai Serangan Cyber di Tengah Pandemi

#berbankan #cybercrime #keuangan

Minggu, 29 November 2020 09:30

Simak Penjelasan Berikut Agar ATM Kamu Tak Dibobol

#atm #tipskeuangan #bobolatm #perbankan